KEUTAMAAN BERIBADAH PUASA DI ZAMAN FITNAH

Pertanyaan:
‘Afwân mau tanya, apabila sudah selesai puasa Syawwâl 6 hari sebelum puasa 3 hari Ayyâmul Bidh, apakah puasa 3 hari tersebut gugur, mohon penjelasannya. Jazâkumullâhu Khairan atas jawabannya.

Jawaban:
Puasa ayyâmul bidh yang biasa seseorang lakukan tidaklah tergugurkan dengan puasa 6 hari pada bulan Syawwâl, kecuali kalau dia melakukan puasa 6 hari Syawwâl itu pada hari-hari Ayyâmul Bidh maka puasa Ayyâmul Bidh dapat tergugurkan. Dan supaya seseorang tetap bisa melaksanakan puasa Ayyâmul Bidh sebagaimana kebiasaannya, maka hendaklah dia melakukan puasa sunnah 6 hari bulan Syawwâl pada hari-hari lain di bulan Syawwâl karena waktunya luas, sementara Ayyâmul Bidh waktunya sempit hanya pada tanggal 13, 14 dan 15 atau tanggal 15, 16 dan 17 pada setiap bulannya.
Semoga Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ memberikan taufîq kepada kita untuk selalu berpuasa sunnah pada zaman sekarang yang banyak fitnah ini, sehingga kita dapat tergolong sebagai orang-orang yang mendapatkan keutamaan berhijrah kepada Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata:

الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ

“Beribadah pada zaman fitnah itu seperti berhijrah kepadaku.” Riwayat Muslim.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada hari Kamis tanggal 13 Syawwâl 1441 / 4 Juni 2020 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/4646