Pertanyaan:Bagaimana kalau misalnya bola yang terdapat padanya Kalimat Tauhîd itu diperjual belikan tetapi bola yang terdapat padanya Kalimat Tauhîd sama sekali tidak ditendang-tendang?. Jawaban:Kalaupun seandainya itu tidak ditendang-tendang, apakah pantas Kalimat Tauhîd akan disejajarkan dengan selainnya?! Diikutkan ke dalam lingkaran bola tentu sangat memungkinkan kalimat itu akan berada di bagian terendah.Orang yang bertaqwâ tentu tidak akan membiarkan Kalimat Tauhîd itu …
Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana dengan penyebutan bahwa Ustâdz berlebih-lebihan pada masalah mengharamkan foto orang, padahal yang mutlak haramkan foto adalah hizbiyyûn yang terpapar murji’ah, kaku pada masalah yang ada khilâf ‘Ulamâ tanpa beri udzur tapi masalah orang sembah kuburan diberi udzur dan diyakini sebagai waliyul amri mereka. Padahal yang membolehkan foto sudah banyak ‘ulamâ Sunnah yang bolehkan, lagian Imâm An-Najdî juga bolehkan …
Pertanyaan:Bagaimana menanggapi sebagian pendapat dari ‘Ulamâ’ yang mengatakan adanya al-udzur bil jahl (memberi udzur karena bodoh) dan bahwasanya itu adalah khilâf di antara para ‘Ulamâ?. Jawaban:Perkataan ‘Ulamâ terhadap adanya al-‘udzru bil jahli pada pelaku kesyirikan itu berkaitan dengan orang jâhil yang belum sampai hujjah padanya, dia hidup di tempat terpencil yang tidak terjangkau oleh dakwah sama sekali. Kalau yang kaitannya …
Pertanyaan:Ustâdz, mengingat hak Allâh di atas segala-galanya, dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada ‘Ulamâ, saya izin bertanya tentang seorang ‘Ulamâ yang bernama Syaikh Prof. DR. Rabî’ Al-Madkhâlî yang dibantah oleh sebagian ‘Ulamâ soal pemikiran dan paham murji’ah. Tapi ada pengalihan dari para dâ’î yang fanatik kepadanya, bahwa yang membantahnya karena iri, dengki dan benci. Sebab dia banyak bantah Ahlul Bid’ah, …
Pertanyaan:Ustâdz, izin bertanya: Kenapa tidak didapati gambar Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam?. Bukankah dari zaman sebelum beliau sudah ada para penggambar, pengukir dan pemahat?. Jawaban:Tidak adanya gambar Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam karena beliau sangat banyak memperingatkan dari fitnah gambar makhluk bernyawa dan akibat dari membuatnya, bahwasanya itu merupakan penyerupaan dengan perbuatan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ dalam masalah penciptaan. …
Pertanyaan:Ustâdz, apakah bisa dibenarkan orang yang mengatakan: Nafyul ‘udzri bil jahli khatha’ (meniadakan memberi udzur kepada orang bodoh adalah kesalahan)?. Dari perkataan orang tadi mafhûmnya menghukumi Al-Imâm Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb dan para pejuang tauhîd bersamanya adalah orang-orang yang melakukan kesalahan, karena tidak memberi udzur kepada para pelaku kesyirikan. Bagaimana membantah syubhat ini?. Jawaban:Justru yang menetapkan adanya al-‘udzru bil jahli …
Pertanyaan:Ustâdz, apakah dibenarkan sikap orang yang pada santai dan berbincang-bincang dengan temannya, di saat orang-orang sedang ikut shalat gerhana? Alasannya dia tidak ikut karena tidak terlihat gerhana sebab mendung, bagaimana sikap yang baik?. Jawaban:Kalaupun tidak dia lihat gerhana terjadi maka tidakkah sebaiknya dia diam atau takut, kejadian berupa awan hitam atau mendung hendaklah dia takutkan, berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ tentang …
Pertanyaan:Ustâdz, kalau orang sudah nyata-nyata melakukan syirik besar dan belum taubat. Apakah kita boleh ucapkan salâm kepadanya?. Jawaban:Jangan ucapkan salâm kepadanya, cukup ucapkan kata sapaan yang biasa berlaku di tengah masyarakat seperti ucapan permisi.Pernah kita masuk ke suatu kampung di pedalaman Bojonegoro Jawa Timur, kita lihat ada sesepu yang nampak Muslim karena bersarung dan bersongkok. Tatkala kita ucapkan salâm, jawabnya …
Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana menasehati orang yang bermudah-mudahan sekali berfoto-foto dengan beralasan: “Ulamâ sudah banyak tersebar vidio dan foto mereka”?. Jawaban:Hendaklah bagi setiap orang tidak menjadikan alasan dengan beredarnya foto atau vidio ‘Ulamâ untuk membenarkan perbuatannya dalam bergampang-gampangan membuat gambar makhluk bernyawa, karena bisa jadi ‘Ulamâ tidak meridhâi tersebarnya gambar-gambar mereka. Apalagi keadaan di zaman sekarang, di mana-mana alat pembuat gambar makhluk …
Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana menjawab syubhat orang-orang bahwa mengkâfirkan orang itu besar dan berat perkaranya. Sampai ada orang cerdik bilang bahwa kalau nanti mengkâfirkan maka orang tua sendiri bisa dikafirkan.” Jawaban:Demikian pula menganggap Islâm seseorang itu juga besar dan berat perkaranya, bahkan jauh lebih besar dan berat perkaranya kalau sudah jelas-jelas nampak melakukan kekafiran atau kesyirikan besar lalu meragukannya, terlebih lagi kalau …