Di saat kita keluar ke Bekasi pada sepertiga malam terakhir terkadang melihat keaneh-keanehan di jalan. Ahad kemarin melewati dua keanehan memerlukan pertolongan. Memang aneh, dari jauh terlihat lampu di tengah jalan tanjakkan, kalau orang kecelakaan mestinya jatuh ke samping kiri karena miring. Tatkala dekat ternyata sepeda motor terbaring masih nyala lampunya, ada anak muda sedang terpapar, entah kecelakaan, pingsan atau …
Pertanyaan:Izin bertanya seputar akhir zaman, akan diberi pilihan bagi seseorang antara bersikap melemah atau berbuat dosa. Lalu ada anjuran untuk memilih yang sikap lemah? Bagaimana sikap yang benar kita pada zaman seperti sekarang? Mohon penjelasannya? Jawaban:Jalan yang terbaik bagi seseorang tatkala mendapati zaman seperti itu hendaklah dia tetap berpegang kepada prinsipnya dalam beragama dan selalu istiqâmah di atas agamanya. Jangan …
Pertanyaan:Firman Allâh Subhânahu wq Ta’âlâ: “Sesungguhnya orang orang munâfiq itu di tempat paling bawah neraka dan tidak ada baginya penolong. Kecuali orang orang yang bertaubat melakukan perbaikan dan berpegang teguh dan mengikhlaskan agamanya untuk Allâh maka mereka bersama orang orang yang beriman. Maka kelak Allâh akan memberikan orang orang yang beriman pahala yang besar.” (An-Nisâ’: 145-146).Apakah ayat tersebut juga mencakup …
Allâh Subhânahu wa Ta’âla berfirman: قُلْ لَّا يَسْتَوِى الْخَبِيْثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ اَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيْثِ ۚ فَا تَّقُوا اللّٰهَ يٰۤاُولِى الْاَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ “Katakanlah (wahai Nabî): “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allâh wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kalian beruntung.” (Surat Al-Mâ’idah: 100). Bahwa sesuatu yang halâl lagi bermanfaat dan berjumlah …
Jika ada dua hal yang telah Allâh Ta’âlâ pasangkan, maka pasangan ini akan seimbang satu dengan yang lainnya. Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ telah menjadikan langit berpasangan dengan bumi, malam berpasangan dengan siang: اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَ رْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِ “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allâh bagi …
Pertanyaan:Seseorang memberikan dana atau sarana untuk dakwah yang dia berikan kepada orang lain, setelah itu dia mengambilnya kembali, apakah perbuatan seperti ini boleh? Jawaban:Bila seseorang sudah memberikan sesuatu kepada orang lain maka tidak boleh baginya untuk mengambilnya kembali dengan alasan bagaimana pun tetap tidak diperbolehkan, Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: مَثَلُ الَّذِي يَرْجِعُ فِي صَدَقَتِهِ، كَمَثَلِ الْكَلْبِ يَقِيءُ، ثُمَّ يَعُودُ …
Fakta Ka’bah sebagai pusat bumi sudah semestinya diketahui oleh umat manusia, khususnya umat muslim. Mâsyâ Allâh, betapa istimewanya umat muslim, kiblatnya shalat menjadi pusatnya bumi. Namun, hal ini akan membingungkan jika kita masih berpedoman pada bumi yang berbentuk bola. Akan banyak kejanggalan pada bumi bola jika dikaitkan dengan fakta Ka’bah sebagai pusat bumi, karena untuk arah kiblat pun akan menjadi …
Di dalam Al-Qur’ãn diterangkan: اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّ “Allâh yang menciptakan tujuh langit dan pada penciptaan bumi juga semisal itu.” (Ath-Thalâq: 12).Apa yang kita bayangkan saat dikatakan bumi berlapis tujuh, sebagaimana langit yang berlapis tujuh? Jika selama ini yang kita percayai adalah bumi dengan bentuk bolanya, maka yang dibayangkan oleh kita kurang lebihnya, lapisan itu adalah …
“Melihat Bumi dari Jarak 110 Juta Kilometer”. Apakah kita akan percaya begitu saja pada kabar semacam ini? Ini berawal dari rasa penasaran mengenai info foto-foto “planet” bumi diambil dari jarak berapa kilometer-kah dari langit? Ternyata di media ada yang mengabarkan dari jarak 110.000.000 km. Nah, bagaimana jika kita cocokkan kabar ini dari segi keilmiyyahannya terhadap dalîl? Jarak bumi dengan langit …
Al-Birunî merupakan seorang tokoh yang digadang-gadang sebagai ilmuwan Muslim di bidang matematika dan astronomi, yang sering menjadi rujukan orang yang berpemahaman bumi berbentuk bola, karena menurut kisahnya, beliau adalah orang pertama yang mengukur jari-jari bumi. Lalu, apakah Al-Birunî adalah seorang Ahli Tafsîr Al-Qur’ãn? Ternyata bukan, beliau dikenal sebagai seorang filsuf atau ahli filsafat. Dari info biografinya, masa mudanya tak banyak …