Jangan sekali-kali kamu meremehkan suatu kebaikan, meskipun itu sangat kecil di mata manusia, karena sesungguhnya kamu tidak mengetahui amalan manakah yang akan memasukanmu ke dalam Surga? Bisa jadi kecintaan dan senyumanmu ketika berjumpa dengan orang shâlih akan menjadi penyebab kamu diikutkan masuk Surga bersamanya. Berkata Nabiuttaubah Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ …
Pertanyaan:Seorang ummahât menyebutkan tentang keadaan rumah tangganya -semoga Allâh memperbaiki rumah tangganya-, bahwa selama ini beliau yang membiayai kehidupan rumah tangga dan mengurusi anak. Adapun suaminya tersibukkan dengan HP, aktif di dalam arena tahdzîr, selesai shalat selalu berhadapan dengan HP. Walaupun beliau sudah mengingatkan suaminya namun suaminya tidak perduli. Jawaban:Kita menasehatkan dan memperingatkan kepada suami tersebut untuk bertaqwâ kepada Allâh …
Pertanyaan:Bolehkah bagi seseorang membuat patung macan atau harimau lalu memajangnya di kebun miliknya, karena dengan sebab itu hewan atau binatang perusak tanaman takut mendekat ke kebun? Bagaimana dengan fatwâ orang ‘âlim yang membolehkan karena ada kemaslahatannya?. Jawaban:Semoga Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ memaafkan kita dan memaafkan orang ‘âlim tersebut. Sangat tidak cukup pembolehannya hanya sebatas melihat kemaslahatan dunia saja, namun hendaklah …
Sama sekali kita tidak akan pernah bisa berbuat jika tanpa pertolongan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ, jangankan perkara usaha dan pekerjaan, perkara beribadahpun kita sangat membutuhkan pertolongan Allâh ‘Azza wa Jalla. Kita tidak akan bisa menuntut ilmu, kita tidak akan bisa menghafal dan kita tidak akan bisa memahami, bahkan kita tidak akan bisa menghadiri majlis ilmu jika tanpa pertolongan Allâh Tabâraka …
Hendaklah kita tetap bersyukur meskipun masih banyak kekurangan pada kebutuhan kita dalam menuntut ilmu, Alhamdulillâh kita masih ada perlengkapan tidur, masih ada tempat tidur, tinggal milih tidur di Rumah Qur’ãn Hadîts atau di Masjid Al-Kautsar? Ini sudah termasuk kecukupan yang patut kita syukuri: وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَىِٕن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِیدَنَّكُمۡۖ وَلَىِٕن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِی لَشَدِیدࣱ “Rabb kalian telah mengumumkan: Jika kalian …
Berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ: مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَاحِكًا حَتَّى أَرَى مِنْهُ لَهَوَاتِهِ، إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ “Tidaklah aku melihat Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam tertawa sampai aku melihat kepada suara-suara tertawanya, hanya saja beliau tertawa dengan senyuman.” Riwayat Al-Bukhârî (no. 4828).Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam paling banyak senyum, namun tatkala beliau melihat awan datang maka wajah …
Penjagaan terhadap ilmu ada dua bentuk:Pertama: Penjagaan dengan hafalan, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: بَلۡ هُوَ ءَایَـٰتُۢ بَیِّنَـٰتࣱ فِی صُدُورِ ٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡعِلۡمَ “Sebenarnya Al-Qur’ãn itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.” [Surat Al-Ankabût: 49]. Kedua: Penjagaan dengan tulisan, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: ائْتُونِي بِكِتَابٍ أَكْتُبُ لَكُمْ كِتَابًا لاَ تَضِلُّوا بَعْدَهُ “Berikanlah kepadaku …
Ciri mu’min yang baik tatkala mengetahui mu’min yang lain menyimpang dari kebenaran maka dia akan bersedih, bahkan sampai menangis, semoga Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ mengokohkan kita di atas kebenaran. Itulah hakekat mu’min yang disebutkan oleh Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى “Jika dia mengeluh karena sakit pada suatu anggota tubuhnya maka akan …