PENJAGAAN TERHADAP ILMU
Penjagaan terhadap ilmu ada dua bentuk:
Pertama: Penjagaan dengan hafalan, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:
بَلۡ هُوَ ءَایَـٰتُۢ بَیِّنَـٰتࣱ فِی صُدُورِ ٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡعِلۡمَ
“Sebenarnya Al-Qur’ãn itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.” [Surat Al-Ankabût: 49].
Kedua: Penjagaan dengan tulisan, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
ائْتُونِي بِكِتَابٍ أَكْتُبُ لَكُمْ كِتَابًا لاَ تَضِلُّوا بَعْدَهُ
“Berikanlah kepadaku buku yang aku akan menuliskan untuk kalian suatu tulisan, kalian tidak akan tersesat sesudah itu.” Riwayat Al-Bukhârî.
Fâidah kajian dari Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada hari Ahad tanggal 18 Jumâdal Úlâ 1442 / 3 Januari 2021 di Dârul Qur’ãn wal Hadîts Bekasi.