HARAMNYA NYANYIAN DAN ALAT MUSIK

Pertanyaan:‘Afwan Ustâdzî, ana mau bertanya: Bagaimana cara menjawab orang yang mengatakan: “Musik itu harâm, kalau dari secara hukum taklîfiyyah ushûl fiqh itu yang harâm apanya? Alat-alat musiknya atau nyanyiannya?.Jazâkallâhu khairan wa Bârakallâhu fîkum. Jawaban:Tanpa ada keraguan lagi bahwa yang harâm mencakup kedua-duanya, harâm pada alat musiknya dan juga harâm pada nyanyiannya.Adapun dalîl keharâman pada alat musiknya adalah perkataan Nabî Shallallâhu …

KAIDAH MUWÂZANAH

Pertanyaan:Bagaimana dengan kaidah muwâzanah, mohon pencerahannya?. Jawaban:Kaidah muwâzanah yaitu suatu kaidah pengharusan untuk menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang sedang dibantah atau yang ditahdzîr dan tidak boleh menyebutkan kesalahan-kesalahannya saja.Kaidah ini telah dinyatakan oleh Salafî Tsâbitîn dan Salafî RII sebagai kaidah batil dan melunturkan prinsip al-walâ’ wal barâ’, tentu kita menyepakati, hanya saja mereka telah menerapkan kaidah ini, mereka sadari ataupun tidak, …

BERTAUBAT DARI ZINA DAN MENGGUGURKAN KANDUNGAN

Pertanyaan:Saya mau bertanya Ustâdz, mohon maaf sebelumnya. Jika zinâ yang dilakukan dengan hubungan gelap sampai hâmil dan diaborsi dalam keadaan kondisi janin tersebut belum bernyawa. Apakah dosa tersebut masih bisa diampuni dan saya bertaubat?.Ustâdz mohon bantuannya!. Jawaban:Apa yang Anda sebutkan termasuk dari dosa besar, bahkan terkumpul dua dosa besar sekaligus, yaitu dosa berzina dan dosa menggugurkan janin dalam keadaan bersengaja. …

KONSEKWENSI TIDAK MEMBOLEHKAN MEMUJI ORANG SESAT SECARA MUTLAK

Pertanyaan:Apakah benar Ustâdz Khidhir membolehkan memuji orang sesat, karena orang-orang sebelah meributkan masalah ini?. Jawaban:Kalau mereka memutlakkan ketidakbolehan memuji orang yang sudah dianggap sesat maka konsekwensinya tidak boleh bagi mereka memuji sebagian ‘ulamâ mereka, kalau mereka menganggap Syaikh Al-Albanî sebagai ‘ulamâ mereka maka konsekwensinya mereka tidak boleh memujinya, karena sungguh Samâtusy Syaikh Shâlih Al-Fauzân dan ‘ulamâ selainnya telah menganggapnya termasuk …

SIKAP OBYEKTIF TERHADAP PUJIAN DAN CELAAN

Pertanyaan:Ustâdz, apa sebenarnya hukum memuji orang yang ditahdzîr? Apakah benar kalau orang sudah sesat tidak boleh memujinya dan apabila memujinya maka yang memuji pantas ditahdzîr dan ditinggalkan?. Mohon jawaban serta dalîlnya!. Jawaban:Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pernah memuji pamannya Abû Thâlib karena termasuk orang yang disegani oleh orang-orang kâfir Quraisy, dan Al-Baihaqî meriwayatkan dari Hisyâm bin ‘Urwah dari ayahnya, bahwa …

TIDAK MESTI MENGHUKUMI TERANG-TERANGAN

Pertanyaan:Bagaimana menjawab syubhât bahwa ‘ulamâ’ kibâr saja hanya menyebutkan kaidah bahwa orang yang tidak mengkâfirkan orang-orang kâfir maka hukumnya dia semisal dengan mereka, tapi ‘ulamâ kibâr tidak melakukan vonis dia kâfir?. Jawaban:‘Ulamâ yang tidak memvonis terang-terangan dengan menyebutkan seseorang kâfir karena di antaranya mempertimbangkan madharat atau mafsadah, dan ini sesuai dengan manhaj Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam dalam menyikapi ‘Abdullâh …

AKIBAT TIDAK BENARNYA BERTAUBAT DARI KESESATAN

Pertanyaan:Mau bertanya tentang atsar yang kaitannya dengan orang bertaubat dari kesesatannya tapi malah berpindah ke kesesatan yang lebih parah, itu atsar siapa?. Jawaban:Bahwa atsar yang ditanyakan tersebut adalah suatu perkataan yang pernah dikatakan oleh ‘Abdullâh bin Qâsim Rahimahullâh: ما كان عبدُ على هوى فتركه إلا إلى ما هو شر منه “Tidaklah ada seorang hamba di atas suatu kesesatan lalu dia …

KITÂB-KITÂB YANG SANGAT DIREKOMENDASIKAN

Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, ana juga minta rekomendasi kitâb mengenai ‘aqîdah, setelah Ushûl Tsalâsah, Qawâidul Arba’, dan Ushûl Sittah, Insyâ Allâh akan menjadi tambahan ilmu ana untuk menjaga diri dari pemahaman yang keliru?. Jawaban:Kita sangat rekomendasikan setelah kitâb-kitâb tersebut: 1) Nawâqidul Islâm beserta syarhnya, baik yang disyarh oleh Al-Imâm Ibnu Bâzz Rahimahullâh, Samâtusy Syaikh Shâlih Al-Fauzân Hafizhahullâh atau yang disyarh oleh Asy-Syaikh …