HARAMNYA NYANYIAN DAN ALAT MUSIK

Pertanyaan:
‘Afwan Ustâdzî, ana mau bertanya: Bagaimana cara menjawab orang yang mengatakan: “Musik itu harâm, kalau dari secara hukum taklîfiyyah ushûl fiqh itu yang harâm apanya? Alat-alat musiknya atau nyanyiannya?.
Jazâkallâhu khairan wa Bârakallâhu fîkum.

Jawaban:
Tanpa ada keraguan lagi bahwa yang harâm mencakup kedua-duanya, harâm pada alat musiknya dan juga harâm pada nyanyiannya.
Adapun dalîl keharâman pada alat musiknya adalah perkataan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِى الْخَمْرَ يُسَمُّونَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا يُعْزَفُ عَلَى رُءُوسِهِمْ بِالْمَعَازِفِ وَالْمُغَنِّيَاتَ

“Sungguh benar-benar akan ada sekelompok manusia dari umatku yang meminum khamr, mereka menamainya dengan selain namanya, mereka dihibur dengan alat musik dan alunan suara biduanita”. Diriwayatkan oleh Ibnu Mâjah.
Dan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam juga berkata:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Sungguh benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamer dan alat musik.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhârî secara mu’allaq dan Ath-Thabrânî meriwayatkan dengan sanad bersambung, demikian pula Al-Baihaqî dan Ibnu ‘Asâkir.

Berkata Syaikhul Islâm Ahmad Al-Harrânî Rahimahullâh:

فدل هذا الحديث على تحريم المعازف، والمعازف هي آلات اللهو عند أهل اللغة، وهذا اسم يتناول هذه الآلات كلها

“Hadîts ini menunjukkan atas harâmnya ma’âzif, dan ma’âzif adalah alat musik menurut Ahli bahasa. Ini adalah suatu nama mencakup alat-alat nyanyian seluruhnya.”

Adapun dalîl keharâman pada nyanyiannya adalah perkataan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِى لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Di antara manusia ada orang yang mempergunakan lahwal hadîts untuk menyesatkan manusia dari jalan Allâh tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” [Luqmân: 6].

Berkata ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallâhu ‘Anhu dalam menafsîrkan ayat ini:

والله الذي لا إله غيره هو الغناء

“Demi Allâh yang tidak ada Ilah (sesembahan yang berhak disembah) selain-Nya, lahwul hadîts adalah nyanyian.”
Beliau mengulangi mengatakannya sebanyak tiga kali.
Demikian pula ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ menafsîrkannya:

هو الغناء

“Lahwal hadîts adalah nyanyian.”

Berkata Al-Hasan Al-Bashrî Rahimahullâh:

نزلت هذه الآية في الغناء والمزامير

“Ayat ini turun tentang nyanyian dan seruling-seruling.”

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada malam Kamis 9 Muharram 1445 / 27 Juli 2023 di Bogor.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/7849