Pertanyaan: أَفَمَن زُيِّنَ لَهُۥ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ فَرَءَاهُ حَسَنٗاۖ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِي مَن يَشَآءُۖ فَلَا تَذۡهَبۡ نَفۡسُكَ عَلَيۡهِمۡ حَسَرَٰتٍۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِمَا يَصۡنَعُونَ “Apakah orang yang dihiasi (oleh syaithān) pada kejelekan amalannya lalu dia melihat amalannya itu baik (sama dengan orang yang amalannya tidak dihiasi syaithān)? Maka sesungguhnya Allāh menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada …
Pertanyaan:Ustādz Abū Ahmad Muhammad Khidhir Hafizhakumullāh, mengenai makna atau tafsīr di dalam Al Qur’ãn Ash Shaff ayat 10-11: “Wahai orang-orang beriman! Maukah kalian Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kalian dari azab yang pedih?. (Yaitu) kalian beriman kepada Allāh, Rasūl-Nya dan berjihād di jalan Allāh dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” …
Pertanyaan:Ijin Ustādz, mau sampaikan persoalan ayat ini: وَقَـٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةࣱ وَیَكُونَ ٱلدِّینُ لِلَّهِۖ “Dan perangilah mereka sampai tidak ada fitnah (syirik) dan supaya beragama hanya kepada Allāh.”Apakah benar tafsīr fitnah (syirik) di sini adalah syirik hukum syar’iat bukan syirik ibadah, dengan dalīl bahwa Nabī Muhammad Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam dulu membiarkan dan tidak memerangi Ahli Kitāb di Madīnah …
Pertanyaan:Ustâdz حفظك الله, di Durûsul Lughah pada juz: 2 hal. 147: لَمْ يَذْهَبْ = مَا ذَهَبَ Atau dalam istilah nahwu selain huruf jazm dan nafî, لَمْ juga huruf qalb yang membalikkan zaman mudhâri’ (hâl dan istiqbâl) ke dalam zaman mâdhî.Dengan kaidah di atas apakah boleh makna: وَلَمْ يَكُ من المشركين (النحل: ۰ ٢ ١) Bermakna sama dengan: وما كان من …
وَمَن یَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرۡهَـٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦۤۚ إِنَّهُۥ لَا یُفۡلِحُ ٱلۡكَـٰفِرُونَ “Dan barangsiapa menyeru bersama Allah sesembahan yang lain, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhnya tidak akan beruntung orang-orang yang kafir itu.” [Surat Al-Mu’minun: 117]. فوصف الداعين لغير الله بأنهم كفار وأنهم لا يفلحون …
Tidak ada kata selesai dalam menuntut ilmu dan mendakwahkannya, karena itu adalah ibadah, yang kita diperintah oleh Al ‘Alim (Allah Yang Maha Mengilmui) untuk senantiasa melakukannya: وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ یَأۡتِیَكَ ٱلۡیَقِینُ “Dan beribadahlah kepada Rabbmu hingga kematian menjemputmu.” [Surat Al-Hijr: 99]. [Abu Ahmad Muhammad Al Khidhir pada hari Kamis, 1 Shafar 1448 / 16 Juli 2026]. ⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/14508
Pertanyaan:Ahsanallahu ilaik ya Ustadz Karim, izin bertanya. Di surat An-Nisa 46, Allah menyatakan kalau orang-orang kafir dari golongan yahudi itu tidak beriman kecuali iman yang sangat sedikit atau tipis.Apakah maksud iman yang sangat sedikit ini adanya keimanan tentang risalah Nabi tapi tidak mau mengakui?.Jazakumullahu khairan. Jawaban:Apa yang disebutkan oleh Penanya Jazahumullahu khairan adalah di antara sifat mereka orang-orang yahudi sebagaimana …
Tidak ada sesuatu pun yang paling merasa terzhalimi daripada syirik, ahlinya, para pembelanya dan para pemberi udzur padanya. Ingat dahulu saat Abul Anbiya’ Khalilullah Ibrahim ‘Alaihish Shalatu was Salam mengingkari syirik dan sampai menghancurkannya, apa kata kaumnya?!: قَالُوا۟ مَن فَعَلَ هَـٰذَا بِـَٔالِهَتِنَاۤ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلظَّـٰلِمِینَ “Mereka berkata: Siapa yang melakukan (penghancuran terhadap sesembahan-sesembahan kita) ini?. Sungguh dia benar-benar termasuk dari …
Pertanyaan:Ya Ustadz, izin bertanya: Adakah dalil mengenai hal buka puasa patokannya adzan Maghrib. Mohon pencerahannya, Jazakallahu khairan. Jawaban:Al Imam Muslim telah meriwayatkan didalam “Shahih”nya dari Abu ‘Athiyyah bahwa beliau bersama Masruq masuk menemui Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, lalu Masruq berkata kepadanya: رَجُلانِ منْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم كلاَهُمَا لا يَأْلُو عَنِ الخَيْرِ: أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ المغْربَ والإِفْطَارَ، والآخَرُ …
Allah menghukumi kaum Nuh yang berbuat syirik kepada-Nya sebagai orang-orang kafir, dan Allah tidak menginginkan mengazab mereka yang telah kafir itu hingga Allah mengutus Nuh ‘Alaihish Shalatu was Salam yang merupakan rasul pertama-Nya. Berkata Allah ‘Azza wa Jalla: وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِینَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولࣰا “Tidaklah Kami mengazab hingga Kami mengutus rasul.” [Surat Al-Isra’: 15].Allah telah menghukumi mereka dengan kekafiran sesuai …