MERASA TERZHALIMI LALU MELAKUKAN KEZHALIMAN

Tidak ada sesuatu pun yang paling merasa terzhalimi daripada syirik, ahlinya, para pembelanya dan para pemberi udzur padanya. Ingat dahulu saat Abul Anbiya’ Khalilullah Ibrahim ‘Alaihish Shalatu was Salam mengingkari syirik dan sampai menghancurkannya, apa kata kaumnya?!:

قَالُوا۟ مَن فَعَلَ هَـٰذَا بِـَٔالِهَتِنَاۤ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلظَّـٰلِمِینَ

“Mereka berkata: Siapa yang melakukan (penghancuran terhadap sesembahan-sesembahan kita) ini?. Sungguh dia benar-benar termasuk dari orang-orang zhalim.” [Surat Al-Anbiya’: 59].
Mereka tidak hanya mencukupkan dengan menghukuminya sebagai orang zhalim namun mereka ternyata ingin membalasnya dengan melakukan kezhaliman yang sesungguhnya, mereka pun mengajak semua orang yang mereka anggap bersama mereka untuk melakukan tindakan:

قَالُوا۟ حَرِّقُوهُ وَٱنصُرُوۤا۟ ءَالِهَتَكُمۡ إِن كُنتُمۡ فَـٰعِلِینَ

“Mereka berkata: Bakarlah Ibrahim itu dan tolonglah oleh kalian sesembahan-sesembahan kalian, jika kalian benar-benar hendak bertindak”. [Surat Al-Anbiya’: 68].
Keadaan yang sama seperti yang mereka lakukan telah kita dapatkan pula di zaman ini sangat banyak, walaupun beda model perlakuan akan tetapi hakekatnya sama untuk membela dan menolong apa yang dirasa terzhalimi, sampai sebagian orang mengatakan bahwa di antara guru-guru atau tokoh-tokoh mereka telah dizhalimi oleh fulan, ditanyakan bentuk kezhalimannya seperti apa?. Soalnya berani menjelaskan kesalahan mereka dalam membela dan memberi udzur pelaku syirik akbar, demikian jawab mereka. Akhirnya mereka pun mengomando untuk menghajr (memboikot, memutus hubungan, menghalangi dan mencegah), dengan alasan dari sebagian mereka karena fulan telah menzhalimi dan membenci. Subhanallah, teringat dengan perbuatan dan perkataan seseorang yang bernama Tarakh atau yang dikenal di dalam dalil-dalil shahih dengan nama Azar:

قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنۡ ءَالِهَتِی یَـٰۤإِبۡرَ ٰ⁠هِیمُۖ لَىِٕن لَّمۡ تَنتَهِ لَأَرۡجُمَنَّكَۖ وَٱهۡجُرۡنِی مَلِیࣰّا

“Dia berkata (kepada puteranya): Apakah kamu benci terhadap sesembahan-sesembahanku wahai Ibrahim?!. Jika kamu tidak berhenti maka sungguh aku akan merajammu atau tinggalkanlah aku dalam waktu yang lama.” [Surat Maryam: 46].

[Abu Ahmad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu, Selasa (18 Syawwal 1447 / 7 April 2026) di Bogor].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13895
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2067