Pertanyaan:Ustâdz Abû Ahmad Muhammad Khidhir, semoga Allâh Ta’âlâ selalu menjaga Ustâdz.Izin bertanya Ustâdz, berkaitan dengan permasalahan tawassul. Bagaimana hukum jika ada seseorang bertawassul dengan kedudukan seseorang yang dianggapnya shâlih sebagai perantara kepada Allâh?. Jawaban:Kalau orang shâlih tersebut masih hidup, lalu seseorang datang kepadanya bertawassul dengan doanya atau dia bertawassul dengannya dalam berdoa kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ maka ini boleh, …
Pertanyaan:Ustâdz Abû Ahmad Muhammad Khidhir, izin bertanya Ustâdz. Di daerah saya ada mesjid yang di sana kebanyakan orangnya penyembah kuburan (petilasan), jika ‘Îdul Adhhâ mereka sebelum menyembelih sapi mengalungkan kain putih berhias bunga, entah untuk apa tujuannya?. Yang mau saya tanyakan, bagaimana sikap saya jika diberi sesembelihan mereka? Terutama sikap kepada keluarga yang belum mengerti hukum tentang sembelihan mereka?Jazâkallâhu khairan …
Pertanyaan:Benarkah Ustâdz bagi yang puasa ‘Arafah harus hari ini karena sesuai jamâ’ah haji sedang wuqûf di ‘Arafah pada hari ini?. Jawaban:Kalau misal suatu saat nanti akan muncul penguasa zhâlim atau penguasa bodoh lalu menetapkan bagi jamâ’ah haji untuk melakukan wuqûf ‘Arafah bukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, apakah di saat itu juga akan harus menyesuaikan dengan keberadaan jamâ’ah haji tersebut?!. Kita …
Pertanyaan:Ustâdz, apa maksud murtad?. Jawaban:Murtad adalah orang yang keluar dari Islâm, dia asalnya mengaku Muslim atau dia di atas fitrah sebagai Muslim lalu dia melakukan suatu pembatal dari pembatal-pembatal Islâm, dia melakukan kesyirikan kepada Allâh, sujud ke kuburan atau menyembelih untuk jin, menyembelih untuk penghuni kubur, menyembelih untuk selain Allâh maka ketika itu langsung dia murtad, dia kâfir keluar dari …
Pertanyaan:Ustâdz, mau izin bertanya soal rukun Tauhîd itu ada berapa?. Jawaban: التوحيد ركنان: النفي والإثبات، نفي الألوهية عن غير الله تعالى وإثباتها لله “Rukun Tauhîd ada dua, yaitu: An-nafyu dan al-itsbât, meniadakan sesembahan selain Allâh dan menetapkannya hanya kepada Allâh.”Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى “Barangsiapa yang kufur terhadap thâghût dan beriman …