PUASA 9 DZULHIJJAH TIDAK HARUS SESUAI DENGAN JAMÂ’AH HAJI WUQÛF DI ‘ARAFAH
Pertanyaan:
Benarkah Ustâdz bagi yang puasa ‘Arafah harus hari ini karena sesuai jamâ’ah haji sedang wuqûf di ‘Arafah pada hari ini?.
Jawaban:
Kalau misal suatu saat nanti akan muncul penguasa zhâlim atau penguasa bodoh lalu menetapkan bagi jamâ’ah haji untuk melakukan wuqûf ‘Arafah bukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, apakah di saat itu juga akan harus menyesuaikan dengan keberadaan jamâ’ah haji tersebut?!.
Kita dahulunya menganggap bahwa puasa ‘Arafah itu harus bersesuaian dengan keberadaan jamâ’ah haji yang sedang wuqûf di ‘Arafah, namun kita kemudian memilih pendapat bagi setiap negeri berpuasa sesuai dengan mathla’ mereka masing-masing, dan disebutkan pada riwayat Ahmad, An-Nasâ’î dan Abû Dâwud dari Hunaidah bin Khâlid dari isterinya dari sebagian isteri Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
كانَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ يصومُ تسعَ ذي الحجَّةِ
“Dahulu Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam puasa 9 Dzulhijjah.”
Di saat beliau melakukan puasa ini di Madînah, beliau tidak mengutus utusan untuk mengecek di Makkah, apakah bersesuaian puasanya dengan jamâ’ah haji wuqûf di ‘Arafah?!.
Para jamâ’ah haji patokan mereka untuk wuqûf di ‘Arafah adalah tanggal 9 Dzulhijjah dan orang-orang yang tidak haji patokan mereka pula untuk berpuasa adalah tanggal 9 Dzulhijjah.
Syari’at tidak membebani kita untuk harus bersesuaian dengan keberadaan jamâ’ah haji di ‘Arafah, karena suatu saat nanti berita dan alat komunikasi akan terputus maka masing-masing negeri akan berpuasa sesuai dengan mathla’ mereka masing-masing, dan ini yang diamalkan di zaman Salaf, berkata ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ:
هَكَذَا أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Demikianlah Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kita.” Riwayat Muslim.
Yakni puasa sesuai mathla’ masing-masing negeri.
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Selasa, 8 Dzulhijjah 1444 / 27 Juni 2023 di Ponpes Majaalis Al-Khidhir Bogor.