Pertanyaan:Mana yang benarnya Ustādz pada perang Yaman sekarang, orang-orang sebelah bilangnya Hūtsī menang dan menguasai Ta’iz, sementara berita yang sampai ke kami bahwa yang menang Saudi. Mana yang benarnya Ustādz?. Jawaban:Berita yang benarnya Hūtsī yang berada di Ta’iz telah ditaklukkan, Walhamdulillāh: وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ “Dan tidaklah kemenangan itu melainkan hanya dari Allāh Al ‘Azīz (Yang …
Pertanyaan:Asy’ariyyah yang berfikih Syāfi’iyyah meributkan fatwā Asy Syaikh Al Albānī berikut: والدي النبي وجده عبد المطلب من أهل النار “Kedua orang tua nabi dan kakeknya Abdul Muthalib termasuk dari ahli neraka.” [Al Mudhik Al Mubki Min Fatawa Al Albani: 32]. Adakah yang salah dari fatwā tersebut?. Jawaban:Apa yang dinyatakan oleh Asy Syaikh Al Albānī dalam fatwānya itu adalah kebenaran, sesuai …
Pertanyaan:Ada banyak sekali fatwa ulama yang keluar soal kekafiran Hutsī, tapi bikin ragu karena kurang bukti. Bukankah Hutsī bela dan muliakan Masjid Aqshā, juga bela umat Muslim Palestina?. Jawaban:Abraham dan bala tentara bergajahnya juga memuliakan Al Quds, mereka mengistimewakan Masjid Al Aqshā daripada yang lainnya, namun itu tidak merubah status mereka sebagai orang-orang kāfir. Kesalahan mereka adalah ingin menghancurkan Ka’bah …
Pertanyaan:Izin bertanya Ustādz Abū Ahmad Muhammad Khidhir semoga Allāh senantiasa menjaga kalian, mengenai kelompok Syī’ah Hutsī yang menyerang wilayah di Saudi Arabia lalu apa sebenarnya tujuan mereka itu? Apa ingin menguasai minyak yang ada di wilayah Timur Tengah atau ada tujuan lain? Bagaimana menurut pendapat Antum Ustādz?. Jawaban:Allāhu A’lam. ⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/15102⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/3110
Pertanyaan:Apakah benar bahwa perang sekarang adalah perang Yaman melawan Saudi Ustādz?. Jawaban:Perang sekarang bukan perang Yaman melawan Saudi, tapi perang Hutsī yang berakidah Syī’ah Rāfidhah melawan Yaman dan Saudi. Dahulu Yaman dalam menghadapi Hutsī kewalahan, dari sejak kita masih di Yaman, sejak kita di Dammāj lalu kita pindah ke Shan’ā hingga balik ke Tanah Air, Yaman tidak mampu menumpas pemberontak …
Pertanyaan:Apa alasan komunitas sebelah tentang dā’ī yang serukan Tauhīd, dibilang jual agama, Ustādz?. Jawaban:Istilah menjual agama yang disuarakan oleh Salafī Teguhī itu bukan baru sekarang ini, namun dari sepuluh tahun lebih yang lalu telah disuarakan pula. Di saat salah seorang dari Ustādz mereka yang banyak meluangkan waktunya pengajari mereka dan anak-anak mereka dengan tanpa meminta upah dan bayaran ke mereka, …
Pertanyaan:Al ‘Allāmah Ibnu Bādis Rahimahullâh, beliau siapa? ‘Aqīdah beliau juga bagaimana?. Jawaban:Beliau bernama ‘Abdul Hamīd bin Muhammad Al Mushthafā bin Makkī bin Bādīs, yang lebih dikenal dengan Ibnu Bādīs. Beliau saat rihlah menuntut ilmu di Hijāz, saat di Madīnah beliau bertemu dengan seorang penuntut ilmu yang berasal dari negerinya, yaitu Muhammad Al Basyīr Al Ibrāhīmī. Keduanya sangat akrab selama menuntut …
Pertanyaan:Ana pernah dengar dari seorang dā’ī besar bilang bahwa menuntut ilmu dan berdakwah itu tetap saja jalan biar tak ada dukungan dana?. Apakah benar begitu Ustādz?. Jawaban:Kalau seseorang keberadaannya tidak bisa menulis dan tidak bisa membaca, dia hanya bisa mengandalkan hafalan, mungkin saja bisa walau pun tidak memiliki dana, karena dia tidak memerlukan untuk membeli pena dan buku.Kalau pun ada …
Pertanyaan:‘Afwān mau nanya Ustādz: Benarkah perkataan ini dinisbatkan kepada ‘Umar Ibnul Khaththāb Radhiyallāhu ‘Anhu: “Belajarlah bahasa ‘Arab, karena bahasa ‘Arab adalah bagian dari agama kalian”. Jawaban:Perkataan yang dinisbatkan kepada ‘Umar Ibnul Khaththāb Radhiyallāhu ‘Anhu adalah: ﺗَﻌَﻠَّﻤُﻮﺍ ﺍﻟْﻌَﺮَﺑِﻴَّﺔَ ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺩِﻳْﻨِﻜُﻢْ “Pelajarilah oleh kalian bahasa ‘Arab karena sesungguhnya dia termasuk dari agama kalian”.Jika kita meninjau atsar tersebut dari sisi sanadnya maka …
Pertanyaan:Kenapa Nabī Muhammad Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan balā’ atas orang-orang musyrik supaya ditimpa kemarau seperti kemarau zaman Nabī Yūsuf? Bukankah dengan kemarau itu merata dan semua tertimpa kemarau?. Jawaban:Tidaklah Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalātu was Salām mendoakan keburukan kepada ahli syirik Quraisy melainkan karena kejahatan dan kezaliman mereka yang telah melampui batas, mereka menghishar (mengisolasi), memboikot, melarang jual beli dan bermuamalah …