PENUNTUT ILMU MESTI BERHADAPAN DENGAN PERSELISIHAN
Kamu tidak akan pernah menjadi penuntut ilmu sampai kamu siap untuk berhadapan dengan perselisihan, kalau kamu lari saat mendapati perselisihan di dalam menuntut ilmu maka kamu tidak akan bisa menjadi penuntut ilmu. Oleh karenanya, terus meneruslah menuntut ilmu sampai kamu benar-benar mendapati bahwa perselisihan itu memang akan selalu ada, semakin bertambah lama kamu menuntut ilmu maka akan semakin banyak kamu dapati perselisihan. Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalātu was Salām telah mengingatkan:
فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا
“Karena sesungguhnya siapa di antara kalian berumur panjang maka dia akan mendapati perselisihan yang banyak.”
Supaya tetap teguh pendirian dalam menuntut ilmu di saat ada perselisihan maka berpeganglah kepada dalīl yang jelas bagimu, selama ada pegangan dalīl padamu maka segala perselisihan tidak akan membahayakanmu, Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam ingatkan:
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
“Maka wājib bagi kalian untuk berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafā’ Ar Rāsyidīn Al Mahdiyyīn, berpeganglah kalian kepadanya dengan sekuat-kuat pegangan.”
Hanya dengan berpegang kepadanya kamu akan tetap eksis dalam menuntut ilmu.