Pertanyaan:Izin tanya Ustâdz, adakah penghapus amalan selain syirik? Jawaban:Menyesali pemberian atau mengungkitnya merupakan penghapus pahala dari pemberiannya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âla: یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبۡطِلُوا۟ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ كَٱلَّذِی یُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَاۤءَ ٱلنَّاسِ “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian merusak sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerimanya, seperti orang yang menginfâqkan hartanya karena riya’ kepada manusia.” [Surat …
Sekali-kali kamu tidak akan mampu menjaga dari lenyapnya fâidah atau penggalan-penggalan tulisan yang menyebar di media sosial, terlebih yang berbentuk gambar, semua itu akan lenyap darimu. Hanyalah yang bisa terjaga padamu yaitu apa-apa yang kamu tulis di dalam buku-bukumu atau yang telah kamu cetak dalam bentuk buku. Insyâ Allâh itu yang bisa kamu bawa dan bisa kamu wariskan kepada orang …
Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ “Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan paling sedikit dari mereka yang berumur lebih dari itu.” Riwayat Ibnu Mâjah.Beliau mengatakan seperti itu karena umat beliau berada di akhir zaman.Kenapa di zaman sebelum zaman kita masih banyak didapati orang berusia di atas 60 …
Pertanyaan:Seorang saudara salafî tsâbit mencari info tentang psikolog karena mendapati anaknya yang bandel dan susah dibimbing, ingin membawanya ke psikolog. Benarkah anak begitu perlu dibawa ke psikolog? JawabanSebelum dia mencarikan psikolog untuk menanyakan keadaan anaknya yang bandel, maka hendaklah dia mengoreksi akhlâq dan manhâjnya. Mungkin saja dia terlalu berlebihan dalam bermanhâj, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، هَلَكَ …
Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: ﻋَﻴْﻨَﺎﻥِ ﻟَﺎ ﺗَﻤَﺴُّﻬُﻤَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ: ﻋَﻴْﻦٌ ﺑَﻜَﺖْ ﻣِﻦْ ﺧَﺸْﻴَﺔِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﻋَﻴْﻦٌ ﺑَﺎﺗَﺖْ ﺗَﺤْﺮُﺱُ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ “Dua mata yang api Neraka tidak akan pernah menyentuhnya, yaitu: Mata yang menangis karena takut kepada Allâh dan mata yang begadang karena sedang jaga di jalan Allâh.” Riwayat At-Tirmidzî dari ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ, dari Nabî Shallallâhu ‘Alaihi …
Berkata Ka’b Al-Ahbâr Radhiyallâhu ‘Anhu: لأن أبكى من خشية الله فتسيل دموعي على وجنتي أحب إلى من أن أتصدق بوزني ذهبا “Sungguh dengan aku menangis karena takut kepada Allâh lalu mengalir air mataku hingga membasahi kedua pipiku itu lebih aku cintai daripada aku menginfaqkan emas seberat tubuhku.” Lebih dicintai lagi kalau menggabungkan keduanya, yaitu bersedekah dalam keadaan menangis karena Allâh …
Pertanyaan:Ustâdz, saya mau nanya, saya punya saudara perempuan yang baru pula dari pondok pesantren, dia memakai cadar dan dia sangat tidak kuat dengan perkataan orang lain yang sering melecehkannya.Jadi yang saya tanyakan ke Ustâdz, bagaimana caranya untuk menjawab semua perkataan orang yang telah melecehkan atau yang telah menghina cadar saudari saya?Apakah saya harus melawannya, bagaimana pendapat Ustâdz? Jawaban:Semoga Allâh Subhânahu …
Pertanyaan:Dzikir dalam hati, apakah sama pahalanya dengan dzikir di ucapan dengan lisan? Jawaban:Dengan adanya perbedaan-perbedaan amalan kebaikan maka berbeda-berbeda pula pada pahalanya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âla: وَلِكُلࣲّ دَرَجَـٰتࣱ مِّمَّا عَمِلُوا۟ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا یَعۡمَلُونَ “Setiap orang ada tingkatan-tingkatannya sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Dan tidaklah Rabbmu lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” [Surat Al-An’âm: 132]. Adapun dzikir …
Tatkala kita mengingatkan orang-orang supaya takut dengan sebab keadaan sekarang ini, maka banyak yang berpaling, menjauh dan bahkan sampai memerintahkan untuk meninggalkan.Seandainya Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam masih hidup lalu menyaksikan langsung keadaan alam sekarang maka pasti beliau akan selalu mengingatkan untuk senantiasa takut sebagaimana takutnya beliau di saat melihat awan hitam, berkata ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ: وَكَانَ إِذَا رَأَى غَيْمًا …
Tatkala ada orang tulus mengatakan kepada orang yang merasa salafî tsâbit: “Ayo kita pergi membantu Ustâdz Abû Ahmad.” Langsung dijawab: “Oh tidak, Abû Ahmad harus ditinggalkan, dia bukan salafî tsâbit, karena dâ’î salafî tsâbit Ustâdz Shiddîq telah mengeluarkan fatwa untuk tinggalkan yang bersangkutan.” Dengan memohon pertolongan kepada Allâh, kita katakan: Alhamdulillâh kita hanya akan memohon pertolongan kepada Allâh Subhânahu wa …