KEUTAMAAN BERSEDEKAH DALAM KEADAAN MENANGIS
Berkata Ka’b Al-Ahbâr Radhiyallâhu ‘Anhu:
لأن أبكى من خشية الله فتسيل دموعي على وجنتي أحب إلى من أن أتصدق بوزني ذهبا
“Sungguh dengan aku menangis karena takut kepada Allâh lalu mengalir air mataku hingga membasahi kedua pipiku itu lebih aku cintai daripada aku menginfaqkan emas seberat tubuhku.”
Lebih dicintai lagi kalau menggabungkan keduanya, yaitu bersedekah dalam keadaan menangis karena Allâh Subhânahu wa Ta’âla, dia menganggap sedekah yang dia sedekahkan tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan berbagai ni’mat yang Allâh Subhânahu wa Ta’âla berikan kepadanya:
وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَاۤ
“Jika kalian menghitung-hitung ni’mat Allâh maka kalian tidak akan bisa menghitungnya.” [Surat An-Nahl: 18].
[ Muhammad Al-Khidhir pada hari Selasa tanggal 15 Muharram 1443 / 24 Agustus 2021 di Tenggilis Mustika Jaya Bekasi ].