Pertanyaan:Ustâdz, ada titipan pertanyaan dari akhwat yang ingin bertanya kepada Ustâdz. Apakah akhwat yang hamil atau menyusui: Qadhâ puasa saja? Boleh bayar fidyah saja? Qadhâ puasa dan bayar fidyah?.Demikian pertanyaannya, atas jawaban Ustâdz Jazâkumullâh khairan. Jawaban:Bagi wanita hâmil dan menyusui yang yakin tidak sanggup untuk berpuasa karena akan memudharatkan dirinya atau bayinya maka hendaklah dia tidak berpuasa, Al-Imâm Ahmad dan …
Pertanyaan:Pak Ustâdz ada yang ingin saya tanyakan. Apakah bacaan niat shalat seperti di bawah ini di katakan sah shalat: Sajaku aku niat shalat fardhu maghrib tiga raka’at menghadap kiblat ikut imâm fardhu karena Allâh Tálâ. (Ini ketika mau menunaikan shalat maghrib secara berjamâ’ah sebagai ma’mûm)?. Jawaban:Orang yang melafazhkan niatnya ketika shalat walaupun dianggap sah shalatnya hanya saja itu tidak ada …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdzî, ana mau bertanya lau samahtum. Apakah boleh belajar ‘ilmu qira’ât kepada guru yang notabene guru tersebut shûfî?. Jawaban:Alhamdulillâh sekarang sudah pada ada ahli qira’ah sesuai zhahirnya dari kalangan Ahlussunnah, belajarlah kepada mereka, berkata Ibnu Sîrîn Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih: إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ “Sungguh ilmu ini adalah agama maka lihatlah oleh kalian kepada siapa …
Pertanyaan:Saya berwhudhû namun saya tidak membersihkan hidung dengan istinsyâq, saya membersihkan dengan jari, memasukkannya ke dalam hidung. Apakah sah wudhû saya?. Jawaban:Wudhûmu sah, karena hidung hanyalah bagian dari wajah, kecuali kalau tidak basuh wajah. Karena sungguh anggota wudhû yang wâjib hanya empat, yaitu:1) Membasuh wajah.2). Membasuh tangan dari ujung jari hingga siku.3). Mengusap kepala.4). Membasuh kaki sampai mata kaki.Sebagaimana yang …
Pertanyaan:Di Sûdân bertebaran para penganut Shûfî, orang-orang berkeyakinan dengan keyakinan-keyakinan batil bersama dengan penerimaan mereka. Akan tetapi sebagian ikhwah (saudara-saudara Muslim) mengatakan bahwa mereka diberi udzur karena kebodohan mereka?. Jawaban:Tidak, mereka tidak diberi udzur, Al-Qur’ãn ada, As-Sunnah ada di tengah-tengah kaum Muslimîn, wâjib bagi mereka untuk belajar. Barangsiapa melakukan kesyirikan maka dia kâfir, kecuali jika keberadaannya di negeri-negeri yang dakwah …
Pertanyaan:Semoga Allâh melimpahkan kebaikan kepada kalian wahai Syaikh yang mulia, ini seorang penanya berkata: Apa perkataan kalian terhadap seseorang dari kalangan orang-orang belakangan ini, yang dia menganggap bahwa takfîr mu’ayyan (pengkafiran secara nyata terhadap setiap orang) dari penyembah kuburan adalah masalah khilâfiyyah (perbedaan pendapat di kalangan ‘ulamâ). Karena dia menganggap bahwa mereka bukan orang-orang kâfir asli?. Jawaban:Ini adalah perkataan yang …
Pertanyaan:Saya melakukan mandi wâjib tapi saat saya ingin melaksanakan sunnah mengguyurkan badan bagian kanan tiga kali, saya tidak mengikuti sunnah itu malah saya melebihi dari tiga kali dan sebaliknya badan bagian kiri saya lebihkan dari tiga kali guyuran.Tolong Ustâdz penjelasannya, apakah sah mandi saya?. Jawaban:Mandi wâjibmu sah, yang penting sudah niat di dalam hati lalu mandi dengan menguyurkan air ke …
Pertanyaan:Ada yang mengatakan bahwa Abû Ahmad membuat pertanyaan dan jawab sendiri adalah kebiasaannya sendiri. Apa benar tuduhan ini?. Jawaban:Mereka yang mengatakan itu di dalam grup mereka “Al-Fawâid Adz-Dzahabiyyah” akan ditertawai oleh orang yang telah bertanya kepada kita, mereka berani membicarakan kita sesuai dengan sangkaan mereka: يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُمْ …
Pertanyaan : Wahai Ustâdz semoga Allâh melimpahkan kebaikan Anda. Apa yang Anda katakan terhadap Syaikhmu Abû Bilâl seorang pakar Nahwu yang berkata: “Kita memiliki berbagai kaidah yang akan kita jalani di atasnya, harus (dalam mengkâfirkan) memenuhi syarat-syarat dan menghilangkan pencegah-pencegah, bahwasanya tidak setiap orang terjatuh ke dalam kesirikan maka dia adalah musyrik dan tidak setiap orang yang terjatuh ke dalam …
Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana menanggapi pernyataan sebagian manusia yang menetapkan bahwa orang-orang yang mengkâfir-kâfirkan adalah khawârij atau takfîriyyûn?. Jawaban:Itu di antara upaya kaum murji’ah masa kini dalam menutupi hakekat mereka, dari 30 tahun yang lalu mereka teriak-teriak khawârij atas orang-orang yang mengkâfirkan, dengan tanpa mau tahu atau pura-pura tidak mau tahu atau bersengaja menutupi sebab-sebab pengkafiran. Padahal sangat jelas para ‘ulamâ telah …