Pertanyaan:Ustâdz, bagaimana cara minta maaf kepada orang yang sudah meninggal? Mohon penjelasannya. Jawaban:Kalau kesalahan yang diperbuat kepadanya itu berupa mengambil hartanya atau pernah hutang kepadanya maka hendaklah menggantinya dengan menyerahkan ke ahli waritsnya, berkata Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam: عَلَى اَلْيَدِ مَا أَخَذَتْ حَتَّى تُؤَدِّيَهُ “Berkewajiban atas tangan terhadap apa yang diambil hingga mengembalikannya.” Riwayat Ahmad dan Ashhâbussunan.Apabila tidak mengetahui …
Pertanyaan:Ustâdz, ada yang bilang kalau seseorang berislâm kâffah dengan membuktikan diri barâ dari syirik dan ahlinya serta mengkâfirkannya, itu tidak tepat diterapkan di Nusantara. Kalau di Saudi tepat saja karena hukum negaranya hukum Islâm. Bagaimana menanggapi ini?. Jawaban:Justru di Indonesia ini sudah tepat menerapkan pembuktian diri sebagai muslim sejati, bukankah di negeri ini ada kebebasan untuk berargumen dan berpendapat?! Bukankah …
Pertanyaan:Ustâdz, Kenapa dalam bahasa Arab kebanyakan menggunakan contoh dengan nama Zaid?. Jawaban:‘Ulamâ bahasa Arab menggunakan nama Zaid sebagai contoh dalam ilmu bahasa Arab karena nama Zaid terdiri dari tiga huruf, dan asal kata isim dan fi’il dalam bahasa Arab terdiri tiga huruf. Juga nama Zaid dijadikan contoh ke dalam ilmu bahasa Arab karena Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ telah menyebutkannya di …
Pertanyaan:Saya satu group dengan teman-teman saya, dan saya berinisiatif untuk mengajak teman-teman saya yang di group untuk bersama-sama berinfaq ke pondok pesantren yang bertauhid. Salah seorang teman sebagai koordinator yang mengumpulkan infaq kami lalu dia kirimkan infaq tersebut, dan dia tidak mengambil sedikitpun. Ustâdz, apakah ini termasuk minta-minta yang tercela?. Jawaban:Keberadaan Anda adalah pensyafa’at dan apa yang kalian lakukan itu …
Pertanyaan:Ustâdz, apakah mutlak waliul amri itu hanya pada negara yang berhukum dengan hukum Allâh, adapun negara yang berhukum dengan hukum thâghût tidak ada waliul amri padanya?. Jawaban:Alhamdulillâh di zaman Salaf telah ada waliul amri di tengah negara yang berhukum dengan hukum thâghût, di antaranya adalah Nabiullâh Yûsuf ‘Alaihish Shalâtu was Salâm, beliau berada di negara yang berhukum dengan hukum thâghût, …
Pertanyaan:Apakah pengertian Islâm yang disebutkan di dalam “Al-Mabâdiul Mufîdah” sudah pas dan cukup sempurna?. Jawaban:Defenisi Islâm yang paling bagus dan sempurna adalah defenisi yang disebutkan oleh Syaikhul Islâm Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih di dalam “Al-Ushûl Ats-Tsalâtsah”: وهُو الاستسلامُ لله بالتوحيد، والانقياد له بالطاعة، والبَرَاءَةُ مِنَ الشِّركِ وَأَهْلِهِ “Islâm adalah memasrahkan diri kepada Allâh dengan mentauhîdkan-Nya, tunduk …
Pertanyaan:Ustâdz bolehkah saya tidak menghadiri majlis ilmu dâ’î yang terpapar murji’ah yang pernah ajarkan kitâb Nawâqidh Al-Islâm, tapi meyakini bahwa pengkafiran atas orang-orang yang melakukan kesyirikan itu hanya pengkafiran perbuatan mereka, tidak pada pengkafiran diri-diri mereka. Jadinya dia tidak nyatakan bara’ dari mereka, tapi malah bara’ dari Syaikh Al-Fauzân karena dianggap bervidio dan itu dosa?. Jawaban:Keputusanmu dalam bersikap ada padamu, …
Pertanyaan:Kapan hukum suatu negara disebut hukum thâghût?. Jawaban:Tatkala suatu negara mengajak beribadah karena mengamalkan hukum buatannya, bukan karena mengamalkan hukum syari’at maka itulah hukum thâghût. Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يَزْعُمُوْنَ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَحَاكَمُوْۤا اِلَى الطَّاغُوْتِ وَقَدْ اُمِرُوْۤا اَنْ يَّكْفُرُوْا بِهٖ وَيُرِيْدُ الشَّيْـطٰنُ اَنْ يُّضِلَّهُمْ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا “Tidakkah …
Pertanyaan:Bagaimana menanggapi orang-orang yang memvonis termasuk khawârij kepada orang mengkâfirkan pelaku syirik yang nyata-nyata melakukannya? Jawaban:Justru kita sangat mengkhawatirkan orang-orang yang memvonis itu, mereka akan termasuk khawârij, karena mereka tidak menempatkan udzur pada tempatnya, mereka memberi berbagai udzur kepada pelaku kesyirikan yang menjadikan kuburan sebagai watsan dan mereka tidak memusuhinya, justru permusuhan mereka kepada orang muslim yang melakukan suatu dosa, …
Pertanyaan:Bagaimana menanggapi orang yang melakukan shalat lima waktu, juga melakukan puasa wâjib dan sunnah, tapi ia juga sering melakukan kesyirikan, bahkan ia melakukan ibadah puasa dan shalat yang dikhususkan agar mendapat keberhasilan ini dan itu, mohon nasehatnya?. Jawaban:Dia telah mencampuradukkan keimanan dan kesyirikan, dengan sebab kesyirikan yang dia lakukan maka terhapuslah îmân dan amal shâlihnya secara keseluruhan, berkata Allâh Subhânahu …