MENJADI PENYAFA’AT DALAM KEBAIKAN
Pertanyaan:
Saya satu group dengan teman-teman saya, dan saya berinisiatif untuk mengajak teman-teman saya yang di group untuk bersama-sama berinfaq ke pondok pesantren yang bertauhid. Salah seorang teman sebagai koordinator yang mengumpulkan infaq kami lalu dia kirimkan infaq tersebut, dan dia tidak mengambil sedikitpun. Ustâdz, apakah ini termasuk minta-minta yang tercela?.
Jawaban:
Keberadaan Anda adalah pensyafa’at dan apa yang kalian lakukan itu bukanlah termasuk minta-minta, bahkan itu adalah amalan yang telah dicontohkan oleh Salaf kita, Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam menjadi pensyafa’at dan ikut membantu Salmân Al-Fârisî dalam upaya memerdekakannya dari perbudakan Yahûdî, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam kepada para Shahabatnya:
أَعِينُوا أَخَاكُمْ
“Bantulah oleh kalian terhadap saudara kalian.”
Dengan itu para Shahabat berlomba-lomba membantu sesuai kemampuan mereka, berkata Salmân Al-Farisî Radhiyallâhu ‘Anhu:
فَأَعَانُونِي بِالنَّخْلِ، الرَّجُلُ بِثَلاثِينَ وَدِيَّةً، وَالرَّجُلُ بِعِشْرِينَ ، وَالرَّجُلُ بِخَمْسَ عَشْرَةَ ، وَالرَّجُلُ بِعَشْرٍ ، يَعْنِي الرَّجُلُ بِقَدْرِ مَا عِنْدَهُ، حَتَّى اجْتَمَعَتْ لِي ثَلاثُ مِائَةِ وَدِيَّةٍ
“Mereka membantuku dengan pohon kurma, seseorang membantuku dengan 30 bibit pohon kurma, seorang lagi dengan 20 bibit, seorang lagi dengan 15 bibit, seorang lagi dengan 10 bibit. Yakni seseorang membantuku sesuai dengan apa yang dia miliki hingga terkumpul padaku 300 bibit pohon kurma.”
Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam memotivasi untuk membantu orang-orang beriman yang membutuhkan bantuan dan terkadang sedekah diserahkan langsung ke beliau lalu beliau perintahkan untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya, beliau tidak mengambil untuk dirinya sedikitpun dari sedekah karena itu bukan hak beliau, lagi pula beliau dan keluarganya telah diharamkan untuk memakan sedekah.
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir.