MENGUCAPKAN KEBENARAN AWALNYA ITU TERASA PAHIT DAN AKHIRNYA ITU MANIS

النُّطقُ بِالْحَقِّ أَوَّلُهُ مُرٌّ وَآخِرُهُ حُلْوٌ “Mengucapkan kebenaran awalnya itu terasa pahit dan akhirnya itu manis.” قَالَ أَبُو ذَرٍّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: أَمَرَنِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ: أَمَرَنِي بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ وَأَمَرَنِي أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِي وَلَا أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِي وَأَمَرَنِي أَنْ أَصِلَ الرَّحِمَ وَإِنْ أَدْبَرَتْ وَأَمَرَنِي أَنْ لَا أَسْأَلَ أَحَدًا شَيْئًا وَأَمَرَنِي أَنْ …

DIMANA KEKHAWATIRAN KITA DIBANDING PARA SALAF

Para salaf sangat perhatian terhadap kewajiban shalat, mereka melaksanakan sesuai petunjuk Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, mereka menjaga kesempurnaannya, mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan shaff pertama dan shaff mereka benar-benar rapat, namun ternyata mereka masih khawatir kalau shalat mereka tidak diterima oleh Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ. Demikian pula mereka senang bersedekah, baik secara terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi namun ternyata mereka masih khawatir …

SARAPAN BUAH MEMBUAHKAN HARAPAN

Orang yang memiliki harapan baik untuk kesehatan dan keberlangsungan hidupnya hendaklah ketika dia sarapan memulai dengan memakan buah, karena pada pagi hari merupakan momen di mana tubuh memfokuskan diri membuang sampah dan residu sisa metabolisme besar saat tidur, berbagai buah yang kaya manfaat mampu memasok keperluan tanpa memberi beban energi serta tanpa merusak fokus tubuh pagi hari, dan juga memasok …

MENGHUKUMI PERKARA SESUAI PADA ZHAHIRNYA

Pertanyaan:Saya izin bertanya tentang rincian kaidah fikih: الْأَحْكَامُ تُنَاطُ بِِالمَظَانِّ وَالظَّوَاهِر، لَا عَلَى الْقَطْعِ وَاطِّلَاعِ السَّرَائِرِ Mohon pencerahannya, Ahsanallâhu ilaikum. Jawaban:Di dalam kaidah syar’iyyah disebutkan: الْأَحْكَامُ تُنَاطُ بِِالمَظَانِّ وَالظَّوَاهِر، لَا عَلَى الْقَطْعِ وَاطِّلَاعِ السَّرَائِرِ “Hukum-hukum itu tergantung pada berbagai dugaan dan zhahirnya, tidak pada memastikan dan melihat-lihat yang tersembunyinya.”Ini merupakan salah satu kaidah syar’iyyah yang ditetapkan oleh Ahlul ‘Ilmi berdasarkan …

PENTINGNYA MEMAKAN BUAH DI SAAT PERUT KOSONG

Memakan buah di saat perut kosong memiliki banyak fungsi dan manfaat, di antaranya:1) Menghemat enzim pencernaan.2) Tidak banyak membebani kerja saluran pencernaan.3) Asupan antioksidan.4) Memberi pasokan enzim untuk tubuh.5) Memasok kalori yang cukup bagi badan dalam menjalani aktivitas.7) Membantu metabolisme tubuh dalam beraktivitas. Orang yang sering perutnya dalam keadaan kosong adalah orang yang berpuasa rutin, pada keadaan seperti ini dianjurkan …

MEMAKAN BUAH DI SAAT PERUT KOSONG

Membiasakan memakan buah di saat perut kosong merupakan cara terbaik untuk menetralisir racun dalam tubuh dan bisa terhindar dari gangguan pencernaan, dan di antara buah yang sangat cocok untuk dikonsumsi pada saat perut dalam keadaan kosong adalah korma. BAYI YANG BARU LAHIR DITAHNIK DENGAN BUAH KORMA Sudah menjadi kebiasaan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam bila ada bayi yang baru lahir …

ALLÂH LEBIH MENGETAHUI YANG TERBAIK UNTUK KITA

Pertanyaan:‘Afwân admin Majaalis Al-Khidhir saya hendak bertanya, saya mendengar kabar Ustâdz Al-Khidhir mulai rencana buat ma’had, kapan rencana beliau bisa ada ma’had? Jika demikian Insyâ Allâh saya juga berniat mukim dekat Ustâdz supaya bisa ta’lim rutin. Jawaban:Kita hanya merencanakan dan mengharapkan, Allâh-lah yang menentukan yang terbaik. Semoga harapan kita sesuai dengan yang disebutkan di dalam hadîts: إِذَا تَمَنَّى أَحَدُكُم فَلْيُكثِرْ، …

WAZAN MAHMÚZ LÂM

Pertanyaan:Ustâdz ‘afwân izin bertanya mengenai dars di Durûsullughah: أَو مَهْمُوزَ اللَّامِ Saya masih kurang paham mengenai maksudnya Ustâdz. Jawaban:Mahmûz Lâm yaitu fi’l yang huruf akhirnya adalah huruf hamzah, contoh: هَنَّأَ artinya mengucapkan selamat.Kata ini mengikuti wazan: فَعَّلَ karena huruf akhirnya adalah hamzah, ketika ingin dijadikan mashdar maka hendaklah mengikuti wazan: تَفْعِلَةٌ Sehingga menjadi: تَهْنِئَةٌ Pada asalnya kata yang mengikuti wazan …

SHALAT ALAMAT AHLI TAUHÎD

بَابُ مَعْرِفَةِ أَهْلِ التَّوحِيدِ بِعَلَامَةِ آثَارِ السُّجُودِ Bâb MENGETAHUI AHLUT TAUHÎD MELALUI TANDA BEKAS-BEKAS SUJÛD Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: مُّحَمَّدࣱ رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِینَ مَعَهُۥۤ أَشِدَّاۤءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَیۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعࣰا سُجَّدࣰا یَبۡتَغُونَ فَضۡلࣰا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَ ٰ⁠نࣰاۖ سِیمَاهُمۡ فِی وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ “Muhammad adalah utusan Allâh, orang-orang yang bersamanya keras terhadap orang-orang kâfir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. …