Pertanyaan:Pak Ustadz ijin bertanya, supaya kami bisa memaksimalkan sisa umur kami, maka amalan apakah yang paling utama untuk kami kerjakan saat sudah pada pensiun ini?. Jawaban:Ada tiga amalan utama bagi yang sudah pensiun atau yang sudah usia tua, yaitu:1). Tidak berbuat kecuali mencari keridhaan Allah.2). Tidak berteman kecuali berteman dengan orang yang shalih.3). Tidak terpedaya dengan berbagai kelezatan dunia.Dahulu Nashr …
Pertanyaan:Pada pelaksanaan shalat dhuha dan shalat sunnah yang di atas dua raka’at Ustadz, apa boleh dilakukan sekali salam atau harus setiap dua raka’at salam?. Jawaban:Melaksanakan shalat-shalat sunnah yang lebih dari dua raka’at tidak harus salam di setiap dua raka’at, namun termasuk pula dari sunnah melakukannya dengan sekali salam pada setiap empat raka’at, sebagaimana pada riwayat Ibnu Majah dan Abu Dawud …
Pertanyaan:Ijin minta nasehat buat yang tidak semangat lagi berusaha dan tidak lagi menganggap dunia bermakna buatnya, sebabnya karena dia melihat sudah banyak tanda-tanda Kiamat yang terjadi. Apakah berbuat demikian utama?. Jawaban:Seutama-utama manusia adalah orang yang terus berusaha memberi manfaat untuk dirinya dan orang lain, meskipun hidupnya sudah sangat dekat dengan hari Kiamat, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memotivasi sebagaimana …
Pertanyaan:Ijin bertanya Ustadz, apakah hadist ini shahih?: “Diriwayatkan dari Abdullah bin Syaqiq Radhiyallahu ‘Anhu, dia bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu ‘Anha: “Apakah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa melaksanakan shalat dhuha?”. Aisyah Radhiyallahu ‘Anha menjawab: “Tidak, kecuali ketika beliau baru tiba setelah bepergian.” [Riwayat Muslim].Terus bagaimana hukumnya yang melakukan shalat sunnah dhuha setiap hari?. Jawaban:Hadits tersebut shahih, Al-Imam Muslim telah meriwayatkannya …
Pertanyaan:‘Afwan izin bertanya ustadz, bagaimana status orang yang hanya melaksanakan shalat Jum’at dan shalat ‘Ied saja dan tidak melaksanakan puasa Ramadhan?. Syukran Ustadz. Jawaban:Pernah ditanyakan kepada Asy-Syaikh Ibnu Bazz Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaih tentang orang yang tidak shalat kecuali hari Jum’at, maka beliau katakan: الذي لا يصلي إلا يوم الجمعة يعتبر كافرًا “Orang yang tidak shalat kecuali hari Jum’at maka …
Pertanyaan:Apa dibenarkan orang yang lebih milih balik dan bertahan di atas akidah sebelumnya karena mempersoalkan perselisihan, menurut dia sama-sama ada perselisihan, perpecahan, tidak pengikut Aimmah Dakwah dan tidak yang lainnya, sama saja?. Jawaban:Tidak seseorang pun dari Bani Adam yang hidup di dunia ini melainkan akan diuji, dan ujian yang mesti mereka dapati adalah perselisihan, berkata Allah ‘Azza wa Jalla: وَجَعَلۡنَا …
Pertanyaan:‘Afwan Ustadz , ana mau nanya, bagaimana kalau shalat di belakang orang-orang shufi, shalat ana sah tidak, soalnya mereka quburiyyun Ustadz?. Jawaban:Kalau engkau dapat pastikan mereka itu orang-orang shufi para penyembah kubur maka tidak boleh shalat di belakang mereka, karena penyembahan mereka kepada kuburan adalah bukti nyata kalau mereka orang-orang musyrik, dan telah disebutkan dalam suatu kaidah: والصلاة خلف المشرك …
Pertanyaan:Ustadz, ‘afwan. Apakah hukum talak satu kepada istri dalam keadaan suami marah?. Jawaban:Kalau suami mentalak isterinya dalam keadaan marah dan dia menyadari ucapannya maka telah jatuh talak satu, berbeda halnya kalau dia sangat marah hingga membuatnya tidak dapat menyadari apa yang dia ucapkan maka ini tidak jatuh talak, dia mendapat udzur karena ketidaksadarannya. Sama keberadaannya dengan orang tidur nyenyak yang …
Pertanyaan:Apa yang perlu kami perbuat di kala mendapati tahdziran ke Ustadz dengan diam-diam oleh teman-teman, mereka mengingatkan yang lain bahwasanya Ustadz terjatuh ke pemikiran khawarij?. Jawaban:Hendaklah kita berbuat dengan yang lebih baik sebagaimana yang diperintahkan oleh Rabbul ‘Alamin: ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِیلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَـٰدِلۡهُم بِٱلَّتِی هِیَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِیلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِینَ …
Pertanyaan:Mohon Ustadz terangkan ke kami soal tertawaan dan ejekan seorang kyai dan santrinya ke Ustadz DR. Firanda Andirja Lc., saat beliau mengajar nahwu dan vidionya beredar beliau menuliskan di papan tulis, beliau jelaskan kalimat: جاء موسى، رأيت موسى، مررت بموسىى Pada kalimat terakhir: “Marartu bi Musa”. Kata beliau: “Musa majrur tanda jarnya kasrah muqaddarah, seharusnya bi Musi tapi tidak nampak….”‘Afwan …