Pertanyaan:Ustâdz, ada tiga pernyataan dari sebagian hizbiyyûn yang sangat kaku dalam bersikap barâ’ terhadap Ahli Tauhîd namun tidak barâ’ pada ahli syirk dengan alasan ‘udzr bil jahl:1). Kalau zaman dahulu sudah paham hujjah maka mereka langsung dikâfirkan, adapun di zaman sekarang tidak paham hujjah maka tidak boleh dikâfirkan.2). Tidak boleh kâfirkan pelaku syirk akbar karena banyak ‘ulamâ’ mereka membuat pengkaburan.3). …
السُّنَّةُ كَسَفِيْنَةِ نُوْحٍ Pertanyaan:Adakah hadîts yang bilang bahwa keturunan Nabî seumpama bahtera Nûh, siapa yang tidak bersama mereka maka tenggelam seperti anak Nûh dan umatnya? Jawaban:Ada suatu hadîts yang lafazhnya: ﻣَﺜَﻞُ ﺃَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻲ كَسَفِيْنَةِ ﻧُﻮﺡٍ، ﻣَﻦْ ﺭَﻛِﺐَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻧَﺠَﺎ، ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﺨَﻠَّﻒَ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻏَﺮِﻕَ “Perumpamaan Ahlul Baitku seperti kapal Nûh, barangsiapa yang naik di dalamnya maka akan selamat dan barangsiapa yang …
Pertanyaan:Ustâdz, apakah benar mengucapkan selamat hari raya non Muslim itu boleh bagi pemerintah dan pejabat-pejabat secara khusus, tidak pada selain mereka?. Jawaban:Setiap orang kalau mengakui dirinya sebagai Muslim maka tentu akan meyakini bahwa hukum-hukum syari’at berlaku pula atas dirinya. Bagaimanapun kedudukan dirinya di mata manusia, setinggi apapun jabatan dan pangkatnya di dunia ini, tetap dia berkewajiban untuk mengakui dirinya sebagai …
Pertanyaan:Bagaimana menjawab pernyataan orang yang menyebutkan bahwa kami “menyendiri dari ‘Ulamâ” padahal kami yang telah banyak mengambil pendapat ‘Ulamâ dan mengkaji kitâb ‘Ulamâ yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia?. Jawaban:Kalau pernyataan itu dari orang yang ditokohkan atau orang sudah diakui termasuk ‘Ulamâ, barangkali dia menginginkan supaya kalian bersamanya dan berkelompok dengan kelompoknya. Kenyataan di zaman ini banyak kelompok …
Pertanyaan:Ustâdz, apa hukumnya tinggal di rumah kontrakan bagi perempuan tanpa ditemani mahram?. Jawaban:Tidak mengapa bagi wanita untuk tinggal di rumah kontrakan sendirian, karena tidak ada keharusan baginya untuk ditemani mahram di saat tinggal, yang menjadi keharusan baginya untuk ditemani mahram yaitu di saat safar, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ “Tidaklah wanita melakukan …
Pertanyaan:Bagaimana menanggapi orang-orang yang jihâd terus seruan mereka, sampai-sampai rela bunuh diri dalam melakukan penyerangan dan pembunuhan ke orang yang dianggap termasuk dari anshâr thâghût (para penolong thâghût)?. Jawaban:Itulah akibat dari hanya bermodal semangat dan kecemburuan namun bodoh terhadap fiqih jihâd, mereka ingin memperjuangkan syari’at dengan cara menyelisihi syari’at, bagaimana mungkin mereka akan meraih kemenangan?!.Syari’at tidak pernah membolehkan bunuh diri, …
Pertanyaan:Ustadz mau nanya terkait hadist ini: تجشأ رجل عند النبي صلى الله عليه وسلم فقال: كف عنا جشاءك فإن أكثرهم شبعا في الدنيا أطولهم جوعا يوم القيامة “Ada orang yang bersendawa di dekat Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, lalu beliau berkata: “Tahan sendawamu di hadapan kami, karena orang yang paling sering kenyang di dunia, akan paling lama laparnya di hari …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, mau tanya apakah benar pernyataan berikut: “Mengerikan yâ ikhwah, seseorang yang dulu pernah murtad seperti pelaku syirkul akbar atau meninggalkan shalat wâjib dengan sengaja, maka nikahnya diulang jika sudah bertaubat. Kondisi ini bagi salah satu di antara suami isteri yang melakukan pembatal-pembatal keislaman atau meninggalkan shalat wâjib dengan sengaja ya.Bukan keduanya.”Mohon pencerahannya!. Jawaban:Pengulangan akad nikâh bagi seorang Muslim …
Pertanyaan:Apa benar bahwa penyebab teror dan bom bunuh diri itu karena pengkâfiran?. Jawaban:Itu di antara argumen yang digembar-gemborkan oleh orang-orang yang ketakutan dituduh teroris dan argumen dari orang-orang yang mencari keridhaan para tokoh pelaku kesyirikan besar.Sudah sering kita terangkan bahwa seorang Salafî yang mengkâfirkan bukan berarti dia serentak menghalalkan darah dan harta orang yang dia kâfirkan, bukan pula serentak menyerukan …
Pertanyaan:Irham Demak menyerang terus Ustâdz?. Jawaban:Itulah salah seorang yang jelek sikapnya terhadap kebenaran yang datang dari ‘Ulamâ Saudi seputar masalah murji’ah dan takfîr mu’ayyan. Orang semacam dia ingin cari keunggulan dalam menyuarakan pahamnya?!. Di matanya kalau orang sudah hizbî sudah berat diberi udzur, makanya di saat orang sekelompok dengan dia dianggap hizbî, diapun paling terdepan membela. Penghizbian harus mengikuti ketentuan …