Sudah kita ketahui bahwa kaum Yahûdî terus berupaya untuk merusak keutuhan Islâm dengan memasukan ajaran yang bukan dari Islâm, di antaranya dengan menggagas berbagai hari perayaan, di antaranya adalah perayaan maulid Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam.Kalau orang mau menelaah dan mencermati asal usul pengadaan maulid Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam maka tentu dia akan mengetahui bahwa itu pertama kali diadakan …
Pertanyaan:Mohon nasehat dan bimbingannya Ustâdz, saat ini kami memiliki kecondongan mempelajari madzhab Hanâbilah secara bertahap dan tadarruj, dimulai dengan kami menuntaskan ‘Umdatul Fiqhi, dan sedang proses mempelajari Zâdul Mustaqni’, dan hal ini akan terus kami lanjutkan secara bertahap seperti setelah selesai dari Zád, naik ke Al-Muqni’ kemudian ke Al-Kâfî dan berakhir di Al-Mughnî.Bagaimana pandangan antum atas langkah kami ini?. Jawaban:Apa …
Sudah kita sebutkan berkali-kali bahwa penerapan manhaj yang dilakukan oleh salafiyyûn tsâbitûn tidak akan pernah berakhir, mudah sekali saling menjuluki di antara mereka sebagai ahli ahwâ lantaran suatu perkara yang mereka perselisihkan. Demikian pula saling tahdzîr mentahdzîr di antara mereka lantaran perkara yang tidak sampai diributkan oleh para Salaf, semisal menyebut nama seseorang disertai gelar atau julukannya, menurut mereka ini …
Pertanyaan:Jika seseorang menghabiskan umurnya dengan bunuh diri, dosa besar apa dosa kecil?. Jawaban:Bunuh diri termasuk dosa besar, jangankan bunuh diri di tempat aman, di tempat darurat seperti di medan perang saja teranggap dosa besar, Nabî ‘Alaihish Shalâtu was Salâm pernah berkata tentang seorang pemberani di saat berjihâd di medan perang: هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ “Dia termasuk dari penghuni neraka.”Sahl bin …
Pertanyaan:‘Afwân Ustadz, mau tanya apa benar seseorang yang tinggal di pedalaman contohnya di hutan, seseorang jâhil, tidak tahu syari’at Islâm, apakah dia dikasih ‘udzur dan tidak kâfir karena dakwah belum sampai padanya?. Jawaban:Kalau nampak dia berbuat syirik maka dia dihukumi sebagai musyrik, Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ katakan: وَإِنۡ أَحَدࣱ مِّنَ ٱلۡمُشۡرِكِینَ ٱسۡتَجَارَكَ فَأَجِرۡهُ حَتَّىٰ یَسۡمَعَ كَلَـٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ أَبۡلِغۡهُ مَأۡمَنَهُۥۚ …
Pertanyaan:Bagaimana menjawab penolakan yang dilakukan oleh seorang syaikh salafiyyîn tsâbitîn yang bernama Abû Fairûz atas pembagian ‘ulamâ kibâr, bahwasanya itu tidak ada dalîlnya?. Jawaban:Barangkali karena dia tahu dirinya termasuk dari ashâghir (masyâyikh kecil), ditambah lagi keadaannya sebagai mubtadi’ lagi ‘âdzir makanya dia menolak penamaan ‘ulamâ kibâr, Ath-Thabrânî di dalam “Al-Mu’jamul Kabîr” meriwayatkan dari Ibnu Mas’ûd Radhiyallâhu ‘Anhu: لا يَزَالُ النَّاسُ …
Penempatan istilah “tsâbit” saja mereka sudah keliru dan salah, bagaimana kemudian mengaku sebagai orang-orang tsâbit atau yang mereka tenarkan sebagai salafiyyûn tsâbitûn?! Kalau tsâbit (kokoh) di atas al-‘udzru bil jahli memang benar merekalah ahlinya, tapi kalau kokoh di atas ‘aqîdah shahîhah maka haihâta haihât.Kalau mereka beralasan kokoh sebagaimana Al-Imâm Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Rahimahullâh, maka ketahuilah perkara beliau ketika …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz, ingin sampaikan titipan pertanyaan. Akhî, kenapa Ustâdz Al-Khidhir tidak mau hadir setiap ada daurah kumpul para asâtidzah?.Tambahan pertanyaan, ada yang bilang begini: “Siapa yang tidak mau menghadiri daurah Nasional di Jember tanpa ada udzur berarti dia seorang hizbî.” Apakah dibenarkan kaidah tersebut?. Jawaban:Pengalaman yang kita dapatkan di Yaman saat diminta kumpul dengan seorang syaikh yaitu kita dituntut untuk …
Permasalahan yang dipaparkan bahwa Abû Ahmad yuhibbuzhuhûr (senang ingin tampil atau senang popularitas), ini yel-yel sudah cukup lama, sejak kita masih di Yaman, dan kita mengira di antara mereka yang menyuarakan yel-yel ini sudah tamat riwayat. Dan ternyata ada lagi yang mencoba mengarang riwayat baru dengan meneriakan yel-yel ini maka urusannya dengan ‘Âlimil Ghaib wasy Syahâdah: فَسَتَذۡكُرُونَ مَاۤ أَقُولُ لَكُمۡۚ …
Pertanyaan:Jujur ingin tahu Ustâdz, kenapa ada ‘ulamâ’ mencabut perkataannya, padahal itu kebenaran, padahal diakui itu kebenaran?. Jawaban:Telah kita terangkan pada kajian “Ushûlus Sittah” bahwa ‘ulamâ ada tiga:1) ‘Ulamâ daulah (‘ulamâ pemerintah atau ‘ulamâ negara).2) ‘Ulamâ ummah (‘ulamâ kaum atau umat).3) ‘Ulamâ Millah (‘ulamâ agama).‘Ulamâ daulah akan berkata atau berfatwâ sesuai keinginan daulah, apa yang dimaukan oleh daulah selalu menuruti dan …