Pertanyaan:Ustâdz, ada yang mempertanyakan mauqif Ustâdz terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Hizâm Al-Ba’dânî?. Jawaban:Sikap kita terhadapnya masih seperti dulu, sekembalinya kita dari Yaman, pernah kita singgung pendapatnya yang tidak menganggap kâfir orang yang meninggalkan shalat, pendalîlannya banyak dari hadîts-hadîts syafâ’ah dan atau hadîts-hadîts tentang keutamaan Lâ Ilaha Illallâh, sehingga nampak padanya seolah-olah mengabaikan amalan.Dengan singgungan kita terhadapnya ketika itu, membuat para …
Pertanyaan:Ustâdz, apakah pelaku syirk akbar yang tidak diberi udzr bil jahl hanya kepada orang yang mengetahui Al-Qur’ãn, membacanya dan memahaminya?. Sedangkan yang tidak mengetahui, yang tidak membaca dan yang tidak memahami Al-Qur’ãn maka diberi udzr bil jahl?!. Jawaban:Di antara syubhat orang-orang terpapar paham irjâ’ di zaman ini dalam menghukumi musyrik terhadap pelaku syirk akbar yaitu orangnya harus ‘alimal hujjah (mengetahui …
Pertanyaan:Ustâdz, ada syubhat menyebutkan: “Bahwa yang menjelaskan dan membantah ‘aqîdah murji’ah sekarang ini orang-orangnya masih bikin dosa membuat gambar makhluk bernyawa, padahal awal mula kesyirikan itu timbul dari gambar makhluk bernyawa maka tinggalkan mereka dan jangan dengarkan perkataan mereka.”Ustâdz, bagaimana menanggapi syubhat macam ini?. Jawaban:Itu salah satu upaya untuk mengalihkan dan menjauhkan manusia dari suatu kebenaran, kalau alasan mereka ingin …
Pertanyaan:Ustâdz, minta tanggapannya atas perkataan hizbiyyûn bahwa penyembah kubur tidak langsung kâfir, buktinya Nabî tidak kâfirkan Mu’âdz yang sujud kepada Nabî karena jâhil. Jawaban:Sangat aneh dan mengherankan dengan keberadaan mereka yang mengaku sebagai orang-orang Salafî, namun berani menganggap Shahabat yang mulia Mu’âdz Radhiyallâhu ‘Anhu sebagai orang jâhil, lalu menyamakannya pula dengan orang jâhil yang sujûd kepada kuburan: مَثَلُ ٱلۡفَرِیقَیۡنِ كَٱلۡأَعۡمَىٰ …
Pertanyaan:Apa maksud dan tujuan dari pernikahan?. Jawaban:Allâh ‘Azza wa Jalla menjadikan pernikâhan di antara manusia dengan dua maksud: Pertama: Sebagai penyempurna penciptaan-Nya kepada manusia. Kedua: Sebagai penyempurna peribadahan manusia kepada-Nya. Pada maksud yang pertama sebagai penyempurna penciptaan kepada manusia, tatkala diciptakan Ãdam ‘Alaihish Shalâtu was Salâm maka beliau merasa kurang, karena tidak ada yang mendampingi hidupnya, lalu Allâh Subhânahu wa …
Pertanyaan:Apa sanggahan Ustâdz pada orang yang menyebutkan bahwa jamâ’ah Ustâdz masih selingkuh dengan As-Sewwed yakni masih menerima fâidah As-Sewwed, sedangkan dia salah satu dâ’î penyebar ‘aqîdah murji’ah di Indonesia?. Jawaban:Jangankan ikhwah, kita saja kalau seandainya didatangkan suatu faîdah yang bersumber dari Al-Ustâdz Muhammad As-Sewwed Waffaqahullâh dan itu adalah kebenaran maka tentu kita akan terima, kita akan sampaikan begitulah fâidah kebenaran …
Pertanyaan:Apa pendapat Ustâdz tentang wanita melewati orang shalat yang membatalkan shalatnya? Apakah khusus wanita haid yâ syaikh ataukah umum semua wanita?. Jawaban:Telah ada dalîl umum yang diriwayatkan oleh Muslim di dalam “Shahîh”nya dari ‘Abdullâh bin ‘Abdillâh bin Al-Asham dari Yazîd bin Al-Asham dari Abû Hurairah dari Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: يَقْطَعُ الصَّلاَةَ الْمَرْأَةُ وَالْحِمَارُ وَالْكَلْبُ “Akan memutus shalat wanita, …
Pertanyaan:Saya ingin bertanya mengenai hukum rajah?. Jawaban:Rajah ada yang tulisannya jelas dan ada yang tidak jelas tulisannya, kedua-duanya teranggap syirik, sama saja keberadaannya digantung di rumah, diikat di tubuh, dijahitkan ke bagian tubuh, diselipkan di dompet, dibawa kemana-mana atau disimpan di suatu tempat, semuanya adalah syirik, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ “Barangsiapa menggantungkan tamîmah …
Pertanyaan:Ustâdz, saya pernah dengar orang lagi buka donasi buat dakwah menganjurkan untuk berdonasi dengan yang terbaik, kalau orang kaya memberi harta benda namun sedikit atau memberi yang bekas pakai, maka orang kaya itu dijadikan buah bibir. Apa boleh demikian?. Jawaban:Bagaimanapun orang yang memberi itu lebih baik daripada orang yang menerima, dia kaya atau miskîn, tatkala dia memberi maka dialah orang …
Pertanyaan:Ustâdz, ramai berita soal ratusan pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur hamil di luar nikah, apa itu dapat dikaitkan dengan orang tua mereka?.Apakah benar orang kalau berzinâ maka anaknya akan berzinâ pula? Karena zina hutang, bayarnya juga dengan zinâ. Apa ada hadîtsnya?. Jawaban:Orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya terhadap anak-anaknya, dia akan berdosa apabila membiarkan dan tidak menjaga …