MENYIKAPI ORANG YANG BERPAHAM MURJI’AH
Pertanyaan:
Ustâdz, ada yang mempertanyakan mauqif Ustâdz terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Hizâm Al-Ba’dânî?.
Jawaban:
Sikap kita terhadapnya masih seperti dulu, sekembalinya kita dari Yaman, pernah kita singgung pendapatnya yang tidak menganggap kâfir orang yang meninggalkan shalat, pendalîlannya banyak dari hadîts-hadîts syafâ’ah dan atau hadîts-hadîts tentang keutamaan Lâ Ilaha Illallâh, sehingga nampak padanya seolah-olah mengabaikan amalan.
Dengan singgungan kita terhadapnya ketika itu, membuat para pecinta dan pembelanya beramai-ramai membantah, sampai ada yang mengejek, mencela dan ada pula sampai memvonis kita takfîrî karena katanya kita mengkâfirkan mayoritas kaum Muslimîn, karena mayoritas yang mereka anggap sebagai kaum Muslimîn tidak pada shalat.
Kita sampai dibahas oleh mereka ketika itu, di antara perkataan mereka kalau Asy-Syaikh Al-Faqîh Muhammad bin Hizâm disalahkan berarti Al-Imâm Al-Albanî juga perlu disalahkan?!. Sama persis mauqif kebanyakan mereka terhadap fitnah murji’ah pada saat ini.
Jadi tidak heran lagi kalau Asy-Syaikh Muhammad bin Hizâm sekarang ini tidak mempermasalahkan salah satu imâm murji’ah zaman ini yaitu Asy-Syaikh Muhammad Al-Imâm yang mengakui satu agama dengan Râfidhah, yang menganggap kaum Râfidhah sebagai orang-orang Muslim hingga Asy-Syaikh Muhammad bin Hizâm datang dan muhâdarah di markiznya, bersemangat menjalin ukhuwwah dengan jaringannya. Orang kalau kebanyakan menta’wîl-ta’wîl seperti itulah keadaannya, kalau mungkin dikatakan kepadanya: Bukankah Asy-Syaikh Muhammad Al-Imâm tidak mengkâfirkan Râfidhah? Tentu akan jawab dengan penuh ta’wîlan pula, jangankan ucapan orang, dalîl-dalîl tentang kâfirnya orang meninggalkan shalat saja dita’wîl semua. Alhamdulillâh dengan taufîq dari Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ tulisan ringkas kita “Ar-Risâlah fî Kufri Târikish Shalâh” dapat terwujud, mudah-mudahan sebagai hujjah untuk kita dan menjadi hujjah atas yang menyelisihi kita.
Kita doakan mereka dan siapa saja yang sudah mengenal Sunnah namun masih bersikeras di atas paham irjâ’, semoga Allâh memberi hidayah kepada mereka semua dan memberi taufîq kepada mereka semua untuk rujû’ kepada manhaj Salaf.
Dan kita sangat bersyukur serta senang tatkala mendengar ada Syaikh Fulân, ada Ustâdz Fulân dan ada Akh Fulân telah rujû kepada manhaj Salaf.
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir.