OBYEKTIF DALAM MENYIKAPI KEBENARAN DAN KEBATILAN
Pertanyaan:
Apa sanggahan Ustâdz pada orang yang menyebutkan bahwa jamâ’ah Ustâdz masih selingkuh dengan As-Sewwed yakni masih menerima fâidah As-Sewwed, sedangkan dia salah satu dâ’î penyebar ‘aqîdah murji’ah di Indonesia?.
Jawaban:
Jangankan ikhwah, kita saja kalau seandainya didatangkan suatu faîdah yang bersumber dari Al-Ustâdz Muhammad As-Sewwed Waffaqahullâh dan itu adalah kebenaran maka tentu kita akan terima, kita akan sampaikan begitulah fâidah kebenaran darinya. Dahulu Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pernah berkata kepada Abû Hurairah tentang suatu kebenaran yang dibawa oleh syaithân yang menyamar dengan bentuk manusia:
إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ
“Sesungguhnya dia benar-benar telah jujur kepadamu, dalam keadaan dia itu paling sering berdusta.”
Dahulu kita pernah belajar kepada Al-Ustâdz Muhammad As-Sewwed dan kita mengakuinya sebagai salah seorang dari guru kita saat menuntut ilmu di Indonesia ini, dan pada saat sekarang ini, tatkala kebenaran datang darinya maka kita terima, sedangkan pahamnya yang salah maka kita tolak. Sikap obyektif seperti inilah yang hendak kita terapkan, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyyah Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih:
الإنصاف في ذكر ما للمبتدعة من محامـد ومـذام، وقبـول ما عندهم من حق، ورد ما عندهم من باطل
“Bersikap obyektif dalam menyebutkan terhadap apa yang ada pada para mubtadi’ berupa kebaikan dan kejelekan, menerima apa yang ada pada mereka berupa kebenaran dan menolak apa yang ada pada mereka berupa kebathilan.”
Jangan sampai seperti sebagian orang yang juga sama-sama terpapar paham murji’ah, mengakui orang lain sebagai gurunya di saat tidak berselisih dengannya, namun tatkala sudah berselisih atau dia diselisihi maka langsung tidak mengakuinya, dihapus namanya dan dibuang pendapatnya serta memerintahkan untuk menghajrnya. Di saat nama dan pendapat dia dibuang, diapun murka dan semakin berlebih-lebihan dalam bersikap, Hasbunallâhu Wani’mal Wakîl.
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Jum’at, 27 Jumâdal Ãkhirah 1444 / 20 Januari 2022 di Pondok Pesantren / Majaalis Al-Khidhir Kp. Cipancur, Ds. Ligarmukti, Kec. Klapanunggal, Kab. Bogor, Jawa Barat.