WAZAN MAHMÚZ LÂM

Pertanyaan:
Ustâdz ‘afwân izin bertanya mengenai dars di Durûsullughah:

أَو مَهْمُوزَ اللَّامِ

Saya masih kurang paham mengenai maksudnya Ustâdz.

Jawaban:
Mahmûz Lâm yaitu fi’l yang huruf akhirnya adalah huruf hamzah, contoh: هَنَّأَ artinya mengucapkan selamat.
Kata ini mengikuti wazan: فَعَّلَ karena huruf akhirnya adalah hamzah, ketika ingin dijadikan mashdar maka hendaklah mengikuti wazan: تَفْعِلَةٌ Sehingga menjadi: تَهْنِئَةٌ

Pada asalnya kata yang mengikuti wazan فَعَّلَ mashdarnya adalah تَفْعِيلٌ karena pada akhir kata terdapat huruf hamzah yang disebut dengan mahmûz lâm maka mashdarnya berubah wazan sebagaimana kata pada fi’l nâqish, contoh: سَمَّى mashdarnya mengikuti wazan تَفْعِلَةٌ sehingga menjadi تَسْمِيَةٌ


Al-Bukhârî katakan di dalam “Shahîh”nya:

بَابُ التَّسْمِيَةِ عَلَى الطَّعَامِ

“Bâb menyebut nama Allâh ketika akan makan.”
Kata ini asalnya adalah:


سَمَّى، يُسَمِّي، سَمِّ

Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ

“Wahai anak, sebutlah nama Allâh.”
Sebagaimana pembahasannya pernah lewat pada kajian Durûsullughah jilid 3 hal. 137.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada hari Ahad 7 Dzulqa’dah 1441 / 28 Juni 2020 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi.