Pertanyaan:Semoga kita semua dalam lindungan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ. Ada sedikit pertanyaan yang menjanggal dalam hati saya yang awam ini. Pertanyaannya begini: ‘Aqîdah syarî’at seperti apa nanti yang akan dibawa oleh Imâm Mahdî?. apakah beliau juga akan tahlîlan kematian, maulîd Nabî dan lain-lain, sebagaimana berlaku di zaman sekarang ini?. Apabila Imâm Mahdî tidak melakukan yang tersebut di atas, jangan-jangan semua …
Pertanyaan:“Dia menyamakan ancaman kesyirikan seperti ancaman pada dosa besar, bisa Allâh laksanakan ancamannya bisa tidak.” Tanggapannya Ustâdz?. Jawaban:Bagi pelaku syirik adalah terhapus amalan-amalannya, di saat dia melakukan kesyirikan maka seketika itu amalan-amalannya terhapus. Apabila dia mati dalam keadaan tidak bertaubat maka ancamannya dia kekal di dalam Neraka selama-lamanya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ: إِنَّ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِینَ …
Pertanyaan:Di antara yang diucapkan Abû Fairûz: “Allah Ta’âlâ tidak mengatakan engkau langsung kâfir apabila engkau berbuat syirik, akan tetapi mengatakan amalanmu gugur, dan ini adalah ancaman, terkadang Allâh melaksanakan terkadang Allâh tidak melaksanakan. Thayyib, jadi ini bukan menjadi ta’yîn. Assalâmu’alaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh, wahai Syaikh, apakah benar apa yang telah dia ucapkan?. Jawaban:Wa’alaikumussalâm Warahmatullâhi Wabarakâtuh.Orang yang mengatakan dengan menafsîran ini, dia …
Pertanyaan:Ustâdz, ijin bertanya dengan dua pertanyaan saja:1). Benarkah bahwa pengkafiran ta’yîn (orang tertentu) harus orang yang dijuluki syaikh atau yang di’ulamâkan, kalau bukan yang di’ulamâkan maka ikuti saja yang di’ulamâkan, kalau tidak maka jadi takfîrî.2). Sudah pantaskah bagi kita memvonis hizbiyyûn atas suatu kelompok yang tidak mengkâfirkan orang berkedudukan yang nyata-nyata telah jatuh ke dalam kekafiran seperti mengolok-olok Al-Qur’ãn atau …