PERTANYAAN ABÛ HIZÂM AL-ANDÛNÎSÎ KEPADA AL-‘ALLÂMAH ‘ABDULLÂH AL-JARBÛ’ SEMOGA ALLÂH MENJAGA KEDUANYA TENTANG PERKATAAN ABÛ FAIRÛZ YANG GAWAT
Pertanyaan:
Di antara yang diucapkan Abû Fairûz: “Allah Ta’âlâ tidak mengatakan engkau langsung kâfir apabila engkau berbuat syirik, akan tetapi mengatakan amalanmu gugur, dan ini adalah ancaman, terkadang Allâh melaksanakan terkadang Allâh tidak melaksanakan. Thayyib, jadi ini bukan menjadi ta’yîn.
Assalâmu’alaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh, wahai Syaikh, apakah benar apa yang telah dia ucapkan?.
Jawaban:
Wa’alaikumussalâm Warahmatullâhi Wabarakâtuh.
Orang yang mengatakan dengan menafsîran ini, dia telah mendatangkan penafsîran dari dirinya, mengatakan tentang kitâb Allâh dengan tanpa ilmu. Perkataan ini, kita meminta perlindundungan kepada Allâh, sungguh Allâh telah mengancamnya dengan azab di Neraka.
Katakanlah: Para ‘ulamâ telah bersepakat bahwa orang yang berbuat kesyirikan maka sesungguhnya dia adalah murtad (keluar dari agama Islâm). Mereka berdalîl tentang keberadaan syirik itu menggugurkan amalan dengan dalîl atas murtadnya. Mereka berdalîl dengan perkataan Allâh Ta’âlâ:
وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Barangsiapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, lalu dia mati dalam keadaan kâfir, maka gugurlah amalan-amalan mereka di dunia dan di akhirat. Dan mereka itulah para penghuni Neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah: 217).
Mereka para ‘ulamâ mengatakan
Allâh tidak menjadikan kesyirikan sesuai kehendak Allâh, yang berada pada kehendak Allâh adalah dosa-dosa besar.
Adapun kesyirikan maka langsung menggugurkan amalan, langsung kafir. Jika dia mati di atas kesyirikan itu maka tidak tersisa sedikitpun bekas amalan-amalannya.
Hendaklah orang ini bertaqwa kepada Allâh dan jangan dia berbicara tentang kitâb Allâh dengan tanpa ilmu.
Berbicara tanpa ilmu ini adalah harâm, ini padanya ancaman yang dahsyat.
Semoga Allâh membalasmu dengan kebaikan (wahai Abû Hizâm).
Diterjemahkan oleh:
Abû Hizâm Hafizhahullâh.