PERJUANGAN BELUM BERAKHIR

Tatkala ada orang tulus mengatakan kepada orang yang merasa salafî tsâbit: “Ayo kita pergi membantu Ustâdz Abû Ahmad.” Langsung dijawab: “Oh tidak, Abû Ahmad harus ditinggalkan, dia bukan salafî tsâbit, karena dâ’î salafî tsâbit Ustâdz Shiddîq telah mengeluarkan fatwa untuk tinggalkan yang bersangkutan.”

Dengan memohon pertolongan kepada Allâh, kita katakan: Alhamdulillâh kita hanya akan memohon pertolongan kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âla, semoga kita senantiasa mewujudkan pernyataan kita:

إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ

“Kita beribadah hanya kepada Engkau yâ Allâh dan kita meminta pertolongan hanya kepada Engkau yâ Allâh.” [Surat Al-Fâtihah: 5].
Adapun orang-orang yang menolong dan membantu kita dengan kerelaan dan ketulusan maka itu adalah amal shâlih mereka, hanya Allâh yang akan memberi balasan terbaik untuk mereka.

Kita tidak tahu nanti Wallâhu A’lam wa Ahkam, apakah orang yang mengaku salafî tsâbit itu akan bisa berbuat sebagaimana yang diperbuat oleh mereka yang datang berjihâd menolong kami dahulu di Maluku tatkala kami diperangi oleh kaum kuffâr?.

Kami dahulu kaum yang masih sangat awam, belum tahu sunnah dan bid’ah, belum tahu tauhîd dan syirik, sehingga mayoritas dari kami ketika itu melakukan berbagai kesyirikan. Tapi Alhamdulillâh, Asy-Syaikh Ja’far ‘Umar Thâlib Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaihim tidak memandang itu, yang beliau pandang adalah Islâm dan kaum Muslimîn di Maluku harus ditolong dari pembantaian kaum kuffâr, tanpa mau membeda-bedakan penganutnya. Dengan kekurangan dan keterbatasan dari berbagai sisi pada diri beliau dan murid-murid beliau, tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk membantu dan menolong, semoga Allâh memberikan ampunan yang luas kepada mereka atas segala kesalahan mereka dan membalas mereka dengan balasan Jannah.

[ Muhammad Al-Khidhir pada hari Kamis tanggal 10 Muharram 1443 / 19 Agustus 2021 di Tenggilis Mustika Jaya Bekasi ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/5742