MENUTUP TELINGA DARI OCEHAN
Pertanyaan:
Ustâdz, saya mau nanya, saya punya saudara perempuan yang baru pula dari pondok pesantren, dia memakai cadar dan dia sangat tidak kuat dengan perkataan orang lain yang sering melecehkannya.
Jadi yang saya tanyakan ke Ustâdz, bagaimana caranya untuk menjawab semua perkataan orang yang telah melecehkan atau yang telah menghina cadar saudari saya?
Apakah saya harus melawannya, bagaimana pendapat Ustâdz?
Jawaban:
Semoga Allâh Subhânahu wa Ta’âla menjagamu, menjaga saudarimu dan menjaga keluargamu serta menjaga orang-orang berîmân.
Tidak harus bagimu untuk melawan setiap yang melecehkan serta yang menghina dan tidak harus pula bagimu untuk menutup mulut setiap orang yang berkata, namun cukup bagimu mengambil pelajaran dari nasehat Imra’ah Al-Khidhir ‘Afallâhu ‘Anhâ: “Kamu tidak bisa menutup mulut setiap orang yang mengoceh tentangmu karena tanganmu hanya dua, yang bisa kamu lakukan dengan kedua tanganmu adalah menutup telingamu dari ocehan mereka.”
Pelecehan dan hinaan terhadap saudarimu yang bercadar itu sebagai ujian baginya, oleh karena itu hendaklah ia bersabar dan menguatkan kesabarannya, serta memperbanyak mengucapkan:
حَسْبِي اللَّهُ
“Cukuplah Allâh penolong bagiku.”
Ucapan ini telah memberi manfaat seorang wanita salafiyyah, tatkala beliau dihina dan dilecehkan, dituduh dengan berbagai tuduhan, beliau hanya mengucapkan:
حَسْبِي اللَّهُ
“Cukuplah Allâh penolong bagiku.” Riwayat Al-Bukhârî.
Kemudian, kamu sebagai saudaranya hendaklah selalu bertaqwâ, menyudahi kejelekan dengan kebaikan, berhias dengan akhlak yang mulia, dan mempergauli masyarakat dengan akhlak yang mulia. Dengan sebab ini masyarakat di sekitarmu atau manusia yang mengenalmu akan segan kepadamu dan kepada keluargamu, akan menghargai serta menghormati kalian. Amalkan apa yang dikatakan oleh Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertaqwâlah kepada Allâh dimana saja kamu berada, sudahilah kejelekan dengan kebaikan dan pergaulilah manusia dengan akhlâq yang mulia.” Riwayat At-Tirmidzî.
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada malam Selasa tanggal 15 Muharram 1443 / 24 Agustus 2021 di Tenggilis Mustika Jaya Bekasi.