SALAFÎ SEJATI PANDAI MENGINTROSPEKSI DIRI
Pertanyaan:
Seorang saudara salafî tsâbit mencari info tentang psikolog karena mendapati anaknya yang bandel dan susah dibimbing, ingin membawanya ke psikolog. Benarkah anak begitu perlu dibawa ke psikolog?
Jawaban
Sebelum dia mencarikan psikolog untuk menanyakan keadaan anaknya yang bandel, maka hendaklah dia mengoreksi akhlâq dan manhâjnya. Mungkin saja dia terlalu berlebihan dalam bermanhâj, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ، هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ
“Rusak orang-orang yang berlebihan, hancur orang-orang yang berlebihan, binasa orang-orang yang berlebihan.” Riwayat Muslim.
Orang shâlih tatkala mendapati kerusakan ada pada kendaraan, harta dan kelurganya termasuk pada anaknya maka dia akan segara mengintrospeksi diri. Bukan kemudian mengabaikan introspeksi diri dengan beralasan ada Nabî yang anaknya tidak menurutinya, ada syaikh yang anaknya tidak semisal denganya.
رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَ ٰجِنَا وَذُرِّیَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡیُنࣲ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِینَ إِمَامًا
“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai teladan bagi orang-orang yang bertaqwâ.” [Surat Al-Furqân: 74].
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada hari Rabu tanggal 16 Muharram 1443 / 25 Agustus 2021 di Tenggilis Mustika Jaya Bekasi.