DZIKIR DI LISAN, NIAT DI HATI
Pertanyaan:
Dzikir dalam hati, apakah sama pahalanya dengan dzikir di ucapan dengan lisan?
Jawaban:
Dengan adanya perbedaan-perbedaan amalan kebaikan maka berbeda-berbeda pula pada pahalanya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âla:
وَلِكُلࣲّ دَرَجَـٰتࣱ مِّمَّا عَمِلُوا۟ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا یَعۡمَلُونَ
“Setiap orang ada tingkatan-tingkatannya sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Dan tidaklah Rabbmu lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” [Surat Al-An’âm: 132].
Adapun dzikir merupakan amalan lisan, tidaklah dikatakan berdzikir di dalam hati, karena dzikir harus terlafazhkan, baik dengan mengangkat suara ataupun memelankannya, yang minimalnya dengan gerakan bibir. Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam kepada ‘Abdullâh bin Busr Radhiyallâhu ‘Anhu:
لا يزالُ لسانُك رطبًا من ذكرِ اللهِ
“Hendaklah lisanmu senantiasa dalam keadaan basah karena berdzikir kepada Allâh.”
Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam diketahui dalam keadaan berdzikir dengan melihat pada gerakan jenggot beliau.
Adapun amalan hati yaitu keyakinan dan niat.
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada hari Senin tanggal 14 Muharram 1443 / 23 Agustus 2021 di Tenggilis Mustika Jaya Bekasi ].