TIDAK SAMA YANG BURUK DENGAN YANG BAIK

Allâh Subhânahu wa Ta’âla berfirman:

قُلْ لَّا يَسْتَوِى الْخَبِيْثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ اَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيْثِ ۚ فَا تَّقُوا اللّٰهَ يٰۤاُولِى الْاَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Katakanlah (wahai Nabî): “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allâh wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kalian beruntung.” (Surat Al-Mâ’idah: 100).

Bahwa sesuatu yang halâl lagi bermanfaat dan berjumlah sedikit adalah lebih baik bagi kalian daripada hal yang harâm lagi berbahaya yang berjumlah banyak. Berpuas diri dan merasa cukuplah dengan yang ada agar mendapat keberuntungan. Imâm Al-Bukhârî meriwayatkan, dari Anas bin Mâlik, beliau berkata: Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkutbah:

لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

عُرِضَتْ عَلَيَّ الجَنَّةُ والنَّارُ، فَلَمْ أَرَ كاليومِ في الخيرِ والشرِ

“Surga dan Neraka diperlihatkan kepadaku, aku belum pernah menyaksikan kebaikan dan keburukan seperti hari ini.” Riwayat Al-Bukhârî dan Muslim.

Ditulis oleh:
‘Ammah Al-Khidhir.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/5145