MENJAGA LISAN DAN TULISAN

Pertanyaan:
Apakah benar lafazh ini riwayat Al-Bukhârî:

سَلَامَةُ الْإِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ

“Keselamatan manusia itu tergantung pada penjagaan terhadap lisannya.”

Jawaban:
Kita tidak mengetahui bahwa Al-Bukhârî Rahimahullâh di dalam kitâb “Shahîh”nya meriwayatkan perkataan tersebut. Oleh karena itu hendaklah seseorang yang menjaga lisan dan tulisannya untuk tidak bermudah-mudahan menyebutkan suatu ungkapan atau suatu perkataan bahwasanya itu riwayat Al-Bukhârî sehingga tidak terjatuh ke dalam kedustaan, dan kita khawatirkan orang akan mengira itu adalah perkataan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, karena pemutlakan riwayat hadîts itu bisa dipahami oleh orang awam adalah perkataan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam.
Dengan demikian kita menasehatkan kepada siapapun yang menginginkan kebaikan supaya ungkapan atau perkataan tersebut tidak dituliskan riwayat Al-Bukhârî. Adapun jika seseorang tetap menuliskannya atau membiarkannya maka kita khawatirkan dia akan terkena ancaman dari Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ، مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah seperti berdusta atas orang lain, barangsiapa berdusta atas namaku dalam keadaan bersengaja maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di dalam neraka.” Riwayat Al-Bukhârî.

نَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ النَّارِ، نَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ النَّارِ، نَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ النَّارِ

“Kita berlindung kepada Allâh dari neraka, kita berlindung kepada Allâh dari neraka, kita berlindung kepada Allâh dari neraka.”

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada hari Ahad tanggal 30 Syawwâl 1441 / 21 Juni 2020 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/4706