MENGUTAMAKAN MENGHAFAL AL-QUR’ÃN DARIPADA SELAINNYA

Pertanyaan:
Matan kitâb apa yang hendak penuntut ilmu menghafalnya?

Jawaban:
Sebaik-baik matan kitâb bagi penuntut ilmu untuk menghafalnya adalah Kitâbullâh, dengan menghafalnya seseorang akan memperoleh keutamaan yang banyak, di saat shalat dia membacanya maka dia memperoleh banyak pahala, di saat memurâja’ahnya maka dia mendapatkan pula pahala yang banyak, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca sehuruf dari Kitâbullâh maka baginya satu pahala, dan satu pahala dengan sepuluh kali lipatnya, aku tidak katakan alif lãm mîm itu sehuruf, namun aku katakan alif itu sehuruf, lãm itu sehuruf dan mîm itu sehuruf.” Riwayat At-Tirmidzî dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallâhu ‘Anhu.

Menghafal Al-Qur’ãn keutamaannya tidak kita dapatkan pada menghafal selainnya dari berbagai matan, oleh karena itu kita menasehatkan untuk lebih mengutamakan dan lebih perhatian dengan menghafal Al-Qur’ãn, karena kebutuhan kita terhadap Al-Qur’ãn sangatlah banyak, pada setiap kita berdiri shalat tentu memerlukan untuk membaca Al-Qur’ãn, dan ini sebaik-baik pengamalan terhadap Al-Qur’ãn setelah mempelajarinya, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sesungguhnya paling utama kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’ãn dan mengamalkannya.” Riwayat Al-Bukhârî dari ‘Utsmân bin ‘Affân Radhiyallâhu ‘Anhu.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh pada hari Rabu tanggal 5 Shafar 1442 / 23 September 2020 di Dârul Qur’ãn wal Hadîts Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/4966