ADAB PENUNTUT ILMU YANG BAIK

Termasuk dari sebab keberhasilan penuntut ilmu dan keberkahan pada ilmunya yaitu tatkala dia ke ustâdznya untuk menuntut ilmu maka dia selalu berdoa supaya Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ memberikan kebaikan kepada ustâdznya dan menutupi aib ustâdznya sebagaimana dia berdoa untuk dirinya sendiri, Ibnu Jamâ’ah Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih menyebutkan adab yang bagus bagi penuntut ilmu terhadap gurunya:

كَانَ بَعْضُ السَّلَفِ إِذَا ذَهَبَ إِلَى شَيخِهِ تَصَدَّقَ بِشَيءٍ وَقاَلَ: اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَيْبَ مُعَلِّمِي عَنِّي وَلَا تُذْهِبْ بَرَكَةَ عِلْمِهِ مِنِّي

“Dahulu sebagian Salaf, apabila dia pergi ke ustâdznya maka dia bersedekah dengan sesuatu sedekah lalu berdoa: Yâ Allâh tutupilah dariku aib ustâdzku dan jangan Engkau menghilangkan dariku keberkahan ilmunya.”
Penuntut ilmu yang ikhlâsh akan beradab kepada gurunya dengan adab yang mulia ini, adapun penuntut ilmu yang ragu dan meragukan ustâdznya maka akan sulit dan berat untuk beradab dengan adab ini. Tatkala dia datang ke ustâdznya maka dia langsung diuji dengan diperlihatkan suatu aib pada ustâdznya, dia pun bergegas menceritakan suatu aib ustâdznya tanpa mau tahu udzur ustâdznya, kemudian dia pergi dari ustâdznya dengan tanpa adab dan tanpa menyadari bahwa dirinya telah meninggalkan berbaga aib dirinya sendiri.

Fâidah kajian Tadzkîratus Sâmi’ bersama Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada hari Senin tanggal 27 Syawwâl 1442 / 7 Juni 2021 di Tenggilis Mustika Jaya Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/5547