ANDA BEBAS MEMILIH, PASTIKAN PILIHANMU

Kehidupan yang sudah sering kita lewati adalah kehidupan berkabut yang tersamarkan padanya kebenaran dan kebatilan, kebaikan dan keburukan. Pernah Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallâhu ‘Anhumâ bertanya kepada Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ: نَعَمْ، وَفِيهِ دَخَنٌ. قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ: قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ

“Apakah setelah kejelekan itu ada kebaikan?.” Beliau menjawab: “Iya, ada kebaikan di dalamnya berkabut.” Hudzaifah bertanya lagi: “Lalu apa itu kabutnya?” Beliau menjawab: “Suatu kaum yang mereka berpetunjuk dengan selain petunjukku, kamu mengenal sebagian mereka dan kamu tidak mengenal sebagian yang lain.” Riwayat Al-Bukhârî.
Kabut yang mulai menggelapkan keilmuan hingga pengamalan tanpa ilmu semakin terlihat, tinggal kita menunggu setelah kabut ini, mungkinkah dua sungai akan segera mengalir? Kita memiliki kebebasan untuk memilih ke sungai air atau ke sungai api? Namun yang menjadi tantangan adalah kabut yang masih menjadi penutup mata untuk melihat hakekat yang ada.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Yâ Allâh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari berbagai fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masîh Ad-Dajjâl.”

[ Muhammad Al-Khidhir pada hari Kamis 20 Dzulqa’dah 1442 / 1 Juli 2021 di Tenggilis Mustikajaya Bekasi ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/5627