PUASA SUNNAH NIAT DI WAKTU PAGI

Pertanyaan:
Ustâdz ‘afwân ijin bertanya, jika sebelumnya tidak ada niat puasa ‘Arafah namun belum makan dan minum dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa lantas kemudian kita di pagi hari berniat puasa ‘Arafah. Apakah sah puasanya Ustâdz? Jazâkallâhu khairan Ustâdz.

Jawaban:
Puasanya sah, Rasûlullâh ‘Alaihish Shalâtu was Salâm pernah kembali ke rumahnya di waktu Dhuhâ dan beliau belum makan dan minum apapun dari waktu sebelum fajar. Berkata ‘Ãisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ:

قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ: يَا عَائِشَةُ هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ. فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا عِنْدَنَا شَيْءٌ. قَالَ: فَإِنِّي صَائِمٌ

“Berkata kepadaku Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pada suatu hari: “Wahai ‘Âisyah, apakah kalian memiliki sesuatu dari makanan? Aku berkata: “Wahai Rasûlullâh kami tidak memiliki sesuatu apapun dari makanan.” Beliaupun berkata: “Kalau begitu aku puasa.” Riwayat Muslim.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada hari Senin tanggal 9 Dzulhijjah 1442 / 19 Juli 2021 di Tenggilis Mustikajaya Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/5672