KUDA DIGANTI DENGAN ANGIN

Pertanyaan:
‘Afwân Ustâdz saya mau tanya, apa maksud dari Perkataan Al-Hasan Al-Bashrî: “Tidak, demi Allâh. Janganlah engkau sibukan aku dari beribadah kepada Rabb-ku, inilah kesempatan terakhirmu.” Kemudian beliau memerintahkannya untuk disembelih.” Demikian pula yang dikatakan oleh Qatâdah. Untuk itu ketika beliau keluar tanpa menaiki berbagai kuda itu karena Allâh Ta’âlâ, maka Allâh menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik yaitu angin yang bertiup sesuai perintahnya yang perjalannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan, dan perjalanan di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan pula. Angin itu justru lebih cepat dan lebih baik daripada kuda.
Seperti yang disebutkan oleh Ibnu Abî Hâtim bahwa Ibrâhîm At-Taimî berkata: “Berbagai kuda yang menyibukkan Sulaimân Alaihish Shalâtu wa Salâm berjumlah 20 ribu kuda yang kemudian disembelihnya. Seperti yang disebutkan dalam surat Shãd: 32-33.
Maksudnya angin seperti apa dan perjalanan kemana? Jazâkumullâhu khairan.

Jawaban:
Apa yang dikatakan oleh mereka adalah sebagai penjelas tentang kisah Nabiullâh Sulaimân ‘Alaihish Shalâtu was Salâm yang menyembelih berbagai kudanya karena mengharap keridhaan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ, hingga kemudian Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menggantikan untuk beliau dengan yang lebih baik daripada kuda yaitu angin yang siap membawanya ke mana saja beliau inginkan.

Angin tersebut adalah angin yang taat dan tunduk kepada Sulaimân ‘Alaihish Shalâtu was Salâm sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu’ Abbâs dan As-Suddî.

Sebagian Ahli tafsîr menyebutkan bahwa angin tersebut adalah:

ﺍﻟﺮُّﺧَﺎﺀُ ﺍﻟﻠَّﻴِّﻨَﺔُ

“Angin yang sejuk.”
Dan Qatâdah Rahimahullâh menjelaskan bahwa angin tersebut adalah:

ﺳَﺮِﻳْﻌَﺔٌ ﻃَﻴِّﺒَﺔٌ، ﻟَﻴْﺴَﺖْ ﺑِﻌَﺎﺻِﻔَﺔٍ ﻭَﻟَﺎ ﺑَﻄِﻴْﺌَﺔٍ

“Angin yang berjalan cepat lagi menyenangkan, bukan angin topan dan bukan pula angin lamban.”

Allâh Ta’âlâ menjadikan angin tersebut sebagai pengganti dari berbagai kuda milik Sulaimân ‘Alaihish Shalâtu was Salam, beliau dibawa oleh angin tersebut kemana saja beliau inginkan, beliau dibawa oleh angin tersebut dari suatu wilayah ke wilayah yang yang lain, dari suatu negeri ke negeri lain dengan waktu yang sangat singkat.

Ibnu ‘Abbâs dan Mujâhid serta yang selain keduanya menyebutkan bahwa angin tersebut membawa Nabiullâh Sulaimân ‘Alaihish Shalâtu was Salâm ke mana saja beliau inginkan.
Sebagaimana telah jelas di dalam ayat:

فَسَخَّرْنَا لَهُ ٱلرِّيحَ تَجْرِى بِأَمْرِهِۦ رُخَآءً حَيْثُ أَصَابَ

“Lalu Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik sesuai perintahnya ke mana saja dia inginkan.” (Shãd: 36).

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada tanggal 28 Rabî’ul Ãkhir 1439 di Kemang Pratama Bekasi.

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/1364