STUDI BANDING ANTARA AYAM KAMPUNG DAN AYAM POTONG

Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan paling sedikit dari mereka yang berumur lebih dari itu.” Riwayat Ibnu Mâjah.
Beliau mengatakan seperti itu karena umat beliau berada di akhir zaman.
Kenapa di zaman sebelum zaman kita masih banyak didapati orang berusia di atas 60 tahun, bahkan sampai 100 tahunan daripada di zaman sekarang ini?
Atau kenapa orang-orang tua di zaman penjajahan Belanda yang selamat dari pembunuhan pada berusia panjang, sampai ada yang berusia 100 tahunan, sementara di zaman setelah kemerdekaan banyak berusia 60 tahun ke bawah sudah pada mati?

Ambillah pelajaran dari ayam, Anda bandingkan antara ayam kampung yang dibiarkan hidup bebas, hidup alami, tanpa vaksin dan tanpa obat-obatan kimia dan antara ayam potong atau ayam yang hidup tidak alami lagi, divaksin atau diberi obat-obatan kimia. Mana dari keduanya yang terlihat sehat dan kuat? Mana dari keduanya yang berusia lebih lama? Mana dari keduanya yang mudah sakit?
Sudah paham sampai di sini?

Dinukil dari kajian Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada hari Ahad pagi tanggal 20 Muharram 1443 / 29 Agustus 2021 di Mustika Jaya Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/5769