HUKUM MEMEGANG TONGKAT DI SAAT KHUTBAH JUM’AT

Pertanyaan:
Masyâ Allâh bagus sekali ceramahnya Ustâdz, lebih sering lagi kasih kajian di masjid Baiturrahmân. Tapi maaf, kemarin waktu khutbah pegang tongkat ya, tidak apa-apa ya?!

Jawaban:
Sesungguhnya aku masih banyak kekurangan dalam menyampaikan ilmu, jika memang ada kebagusan dan kebaikan dari apa yang aku sampaikan maka sungguh itu taufîq dari Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:

وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ

“Tidak ada taufîq bagiku kecuali dari Allâh.” (Hûd: 88).

Pada khutbah kemarin kami bersengaja memegang tongkat karena tongkat sudah disediakan, itu kami lakukan sebagai pengamalan terhadap hadîts yang diriwayatkan oleh Abû Dâwud dari Al-Barâ’ bin ‘Âzib Radhiyallâhu ‘Anhu:

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻧُﻮِّﻝَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻌِﻴﺪِ ﻗَﻮْﺳًﺎ ﻓَﺨَﻄَﺐَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ

“Bahwa Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam diberi busur pada hari ‘Îd, lalu beliau berkhutbah dengan memegangnya.”

Di antara Ahlu Ilmi menyebutkan bahwa Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam khutbah ‘Îd tanpa menggunakan mimbar, jadi dianggaplah bahwa tongkat itu boleh dipegang ketika berkhutbah tanpa ada mimbarnya, berkata Al-Imâm Ibnul Qayyim Rahimahullâh:

ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻳَﺄْﺧُﺬُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺳَﻴْﻔًﺎ ﻭَﻻَ ﻏَﻴْﺮَﻩُ، ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻌْﺘَﻤِﺪُ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﺱٍ ﺃَﻭْ ﻋَﺼًﺎ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَّﺨِﺬَ ﺍﻟْﻤِﻨْﺒَﺮَ

“Tidaklah keberadaan beliau berkhutbah dengan berpegang kepada pedang atau selainnya, hanya saja beliau berpegang kepada busur atau tongkat sebelum beliau menggunakan mimbar.”

Perkataannya “sebelum beliau menggunakan mimbar” ini tidaklah tepat, karena Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pernah berkhutbah di atas mimbar dengan berpegang kepada tongkat, Al-Imâm Muslim meriwayatkan dari hadîts Fâthimah bintu Qais Radhiyallâhu ‘Anhâ, beliau berkata:

فَكُنْتُ فِي الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ مِنَ النِّسَاءِ وَهُوَ يَلِي الْمُؤَخَّرَ مِنَ الرِّجَالِ، فَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَخْطُبُ

“Keberadaanku di shaf terdepan dari para wanita, yaitu di belakang shaf terakhir para lelaki, aku mendengar Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkhutbah di atas mimbar.”
Beliau sebutkan pada kelanjutan hadîts:

فَكَأَنَّمَا أَنْظُرُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَهْوَى بِمِخْصَرَتِهِ إِلَى الأَرْضِ

“Bahwasanya aku melihat Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam mengarahkan tongkat beliau ke tanah.”

Dengan dalîl tersebut jelasnya bahwa memegang tongkat ketika berkhutbah termasuk perkara yang diamalkan oleh Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, baik itu berkhutbah di atas mimbar atau pun berkhutbah dengan tanpa mimbar, Wallâhu A’lam.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada hari Sabtu 8 Jumâdal Ãkhirah 1439 di Kemang Pratama Bekasi.

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/1486