HUKUM PUASA DAN SHALAT PADA PERMULAAN BULAN RAJAB

Pertanyaan:
Pak Ustâdz saya mau bertanya lagi kalau boleh, apakah ada ajarannya berpuasa dan shalat mutlak pada permulaan bulan Rajab ini?

Jawaban:
Tanpa kita ragukan lagi bahwa bulan Rajab termasuk bulan Harâm, namun tidak semua bulan Harâm harus berpuasa padanya. Kita dianjurkan berpuasa sunnah pada bulan-bulan Harâm manakalah ada anjurannya, kalau tidak ada anjurannya maka jangan berpuasa, karena kaidah dalam beragama yaitu jangan beribadah sampai ada anjurannya. Masyâ Allâh sangat mudah dalam beragama Islâm, kita tidak diperbolehkan beribadah sampai ada perintah atau anjurannya dari Allâh Subhânahu wa Ta’âla dan Rasûl-Nya Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam baru kita lakukan.
Kita harus puasa wâjib pada bulan Ramadhân karena ada perintahnya di dalam Al-Qur’ãn dan Al-Hadîts, kita mau puasa sunnah Senin Kamis, puasa Ayyâmul Bidh, puasa Dâwud atau puasa-puasa sunnah lainnya karena jelas anjuran dan ajarannya. Adapun yang tidak jelas anjurannya maka jangan lakukan, seperti pada puasa di permulaan Rajab ini tidak jelas anjuran dan ajarannya. Memang ada suatu hadîts yang diriwayatkan oleh Abû Dâwud dengan lafazh:

صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ

“Berpuasalah dari sebagian bulan-bulan Harâm dan tinggalkanlah.”
Akan tetapi hadîts ini tidak shahîh dan juga kurang jelas, memerlukan kejelasan lebih lanjut, karena penyebutan umum pada bulan-bulan Harâm, sementara bulan Harâm tidak hanya bulan Rajab namun ada pula bulan-bulan lainnya.
Oleh karena itu tatkala kita ingin puasa pada bulan-bulan Harâm maka harus tahu pada tanggal apa saja? Pada hari apa saja? Adapun pada permulaan Rajab maka tidak ada ajaran dan anjuran untuk berpuasa Sunnah, berkata Syaikhul Islâm Ahmad Al-Harrânî semoga rahmat Allâh untuk kita dan untuk beliau:

وأما صوم رجب بخصوصه فأحاديثه كلها ضعيفة، بل موضوعة

“Adapun puasa Rajab dengan mengkhususkannya maka hadits-hadîtsnya semuanya adalah dha’îf, bahkan maudhû’ (palsu).”

Diperkecualikan pada permulaan bulan Rajab itu hari Senin atau hari Kamis, maka puasa padanya teranggap puasa Senin atau puasa Kamis bukan puasa khusus permulaan bulan Rajab.
Demikian pula mengkhususkan shalat pada permulaan bulan Rajab, itu tidak ada ajaran dan anjurannya, berkata Al-Hâfizh Ibnu Hajar semoga rahmat Allâh untuk kita dan untuk beliau:

 لم يرد في فضل شهر رجب، ولا في صيامه ولا صيام شيء منه معين، ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة

“Tidak ada hadîts shahîh yang layak sebagai hujjah tentang keutamaan bulan Rajab, tidak pula keutamaan berpuasa padanya, tidak pula sedikitpun puasa khusus padanya dan tidak pula shalat malam secara khusus padanya.”
Ini sama seperti yang dikatakan oleh Al-Imâm Ibnul Qayyim semoga rahmat Allâh untuk kita dan untuk beliau:

كل حديث في ذكر صيام رجب وصلاة بعض الليالي فيه فهو كذب مفترى

“Setiap hadîts tentang penyebutan puasa Rajab dan shalat di sebagian malam pada bulan Rajab adalah hadîts dusta dan hadîts yang diada-adakan.”

Oleh karena itu, hati-hati dalam memotivasi orang lain jangan sampai mengadakan kedustaan atas nama hadîts Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam atau kedustaaan menyebutkan bahwa Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam melakukannya, karena ini beresiko dan berakibat Neraka ancaman bagi yang berdusta dengan sengaja atas nama Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam, beliau telah katakan:

مَنْ تَعَمَّدَ عَلَيَّ كَذِبًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa sengaja berdusta atas namaku maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di dalam Neraka.” Riwayat Al-Bukhârî.
Beliau juga katakan:

مَنْ يَقُلْ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa berkata atas namaku sementara aku tidak mengatakannya maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di dalam Neraka.” Riwayat Al-Bukhârî.

[ Muhammad Al-Khidhir ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6168