PASANGAN ITU SEIMBANG
Jika ada dua hal yang telah Allâh Ta’âlâ pasangkan, maka pasangan ini akan seimbang satu dengan yang lainnya. Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ telah menjadikan langit berpasangan dengan bumi, malam berpasangan dengan siang:
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَ رْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allâh bagi orang-orang yang berakal.” (Surat Ãli ‘Imrân: 190).
Allâh ‘Azza wa Jalla telah menyebutkan tentang langit semisal dengan bumi:
اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّ
“Allâh yang menciptakan tujuh langit dan pada penciptaan bumi juga semisal itu.” (Surat Ath-Thalâq: 12).
Pada luas Surgapun, Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ menyebutkannya seluas langit dan bumi:
وَسَارِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ ۙ
اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْن
“Bersegeralah kalian mencari ampunan dari Rabb kalian dan mendapatkan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwâ.” (Surat Ãli ‘Imrân: 133).
Jika Allâh memasangkan tujuh lapis bumi dengan tujuh lapis langit yang jarak lapis satu dengan lainnya sejauh lima ratus tahun perjalanan unta, maka apakah pantas bumi berukuran sangat kecil, sedangkan langit berukuran sangat besar tak terbatas, sehingga bumi itu seperti sebuah titik di langit yang luas? Apakah pantas disebut ada yang lebih besar dari bumi, yaitu matahari dan planet-planet?
Jika matahari, Allâh pasangkan dengan bulan, pantaskah yang satu berukuran sangat-sangat besar bahkan katanya menjadi pusat tata surya, sedangkan satunya sangat-sangat kecil?
Suatu yang berpasangan, Allah Ta’ala jadikan seimbang ukurannya, maka setidaknya jika berbeda ukuran, hanya sedikit, tidak “njomplang parah”. Maka jika langit sangat besar tak terbatas dan bumi sangat kecil seperti sebuah titik, ini ibarat seorang manusia normal laki-laki dipasangkan dengan seorang wanita seukuran bakteri. Maha suci Allâh, dari penghinaan mereka terhadap ciptaan Allâh. Wallâhu A’lam.
Ditulis oleh:
Imra’ah Al-Khidhir di Cipancur Klapanunggal Bogor.