DUA PILIHAN HIDUP DI AKHIR ZAMAN

Pertanyaan:
Izin bertanya seputar akhir zaman, akan diberi pilihan bagi seseorang antara bersikap melemah atau berbuat dosa. Lalu ada anjuran untuk memilih yang sikap lemah? Bagaimana sikap yang benar kita pada zaman seperti sekarang? Mohon penjelasannya?

Jawaban:
Jalan yang terbaik bagi seseorang tatkala mendapati zaman seperti itu hendaklah dia tetap berpegang kepada prinsipnya dalam beragama dan selalu istiqâmah di atas agamanya. Jangan bergampang-gampangan untuk memilih sikap ketidakberdayaan dalam keadaan masih mampu menyelisihi perbuatan dosa, masih bisa untuk melalukan amal kebaikan, masih bisa menjelaskan mana yang baik dan mana yang buruk, masih bisa menyerukan kebaikan dan memperingatkan dari kemungkaran, berkata Nabî Shallallâhu Alaihi wa Sallam:

بَلْ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنْ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ بِخَاصَّةِ نَفْسِكَ وَدَعْ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ

“Bahkan teruslah kalian untuk saling mengajak kepada kebaikan dan saling mencegah dari kemungkaran. Jika kamu telah menyaksikan kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diperturutkan, kehidupan dunia yang diutamakan, rasa bangga orang berakal terhadap pendapatnya maka hendaklah kamu tersibukkan dengan dirimu dan tinggalkan urusan orang banyak. Sungguh di hadapan zaman itu ada hari-hari yang orang bersabar dalam berpegang kepada agamanya seperti orang yang memegang bara api. Orang yang mengamalkan agamanya pada hari-hari itu semisal mendapatkan pahala 50 orang yang beramal semisal amalan kalian.” Riwayat Abû Dâwud.

Jika seseorang bergampangan memilih sikap ketidakberdayaan sementara dia masih ada keleluasaan maka dia akan ditekan, dia akan dipermainkan, pada akhirnya dia akan terjerumus pula ke dalam perbuatan dosa, Wallâhul Musta’ân.

Adapun hadîts yang ditanyakan dengan lafazh:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يُخَيَّرُ فِيهِ الرَّجُلُ بَيْنَ الْعَجْزِ وَالْفُجُورِ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَخْتَرِ الْعَجْزَ عَلَى الْفُجُورِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, pada zaman itu seseorang akan dihadapkan pilihan di antara ketidakberdayaan dan berbuat dosa. Barangsiapa yang mendapati zaman tersebut maka hendaklah dia memilih ketidakberdayaan daripada melakukan perbuatan dosa.”

Maka ini adalah hadîts dha’îf, diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Hâkim dan Abû Ya’lâ. Datang dengan dua jalur periwayatan, pada suatu riwayat di dalam sanadnya ada perawi mubham yang disebutkan dengan sebutan Syaikh, dan pada riwayat yang lain ada perawi majhûl yang disebutkan dengan sebutan Abû ‘Umar.

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir di Cipancur Klapanunggal Bogor.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6210