AL-ALBÂNÎ SYAIKH AHLIL HADÎTS PADA ZAMANNYA

Pertanyaan:
Benarkah ilmu Asy-Syaikh Muhammad Nâshiruddî Al-Albanî perlu diragukan dan ditinggalkan karena dia salah satu ‘ulamâ murji’ah?

Jawaban:
Al-Imâm Al-Albânî Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih adalah manusia biasa sebagaimana manusia pada umumnya, bisa benar pendapatnya dan bisa pula salah, hanya saja Al-Albânî kedudukannya termasuk dari Ahlul Ijtihâd. Oleh karena apabila pendapatnya salah maka Insyâ Allâh beliau dimaafkan dan bahkan diberi satu pahala, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ، وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ

“Jika seorang pemberi keputusan memutuskan dan dia berijtihâd kemudian benar maka baginya dua pahala, jika dia memutuskan dan dia berijtihâd kemudian salah maka baginya satu pahala.”

Pada beberapa pendapatnya memang jelas benar-benar salah seperti permasalahan orang yang meninggalkan shalat, juga beberapa masalah lainnya hanya saja kesalahan-kesalahannya itu tidak sampai menjatuhkannya dari kedudukan dan ketinggian derajatnya. Di antara orang yang pantas mendapatkan penghargaan dan pujian adalah Al-Albânî, beliau Syaikhu Ahlil Hadîts pada zamannya, beliau pakarnya, beliau termasuk ulamâ Ahlissunnah wal Jamâ’ah yang tanpa diragukan lagi keilmuannya.

[ Muhammad Al-Khidhir ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/3973