HUKUM THR
Pertanyaan:
Pak Ustâdz, mau nanya soal THR, apa hukumnya?
Jawaban:
THR adalah pendapatan non upah yang diberikan oleh seseorang kepada pekerjanya, keluarganya dan orang-orang yang di bawah tanggungannya pada waktu yang berkaitan dengan ‘Idul Fithri.
Pemberian yang memiliki keterkaitan dengan waktu ‘Idul Fithri seperti ini merupakan suatu amal kebaikan yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang berkecukupan dari kalangan Salaf, dan pengamalannya ini dilakukan sudah turun temurun, dari zaman ke zaman. Kalau di zaman kita menuntut ilmu di Dârul Hadîts di Yaman dulu, biasa kita dapatkan setiap tahun menjelang ‘Idul Fithri.
Di zaman dahulu, juga pernah dilakukan oleh para ‘ulamâ Salaf yang berkecukupan, berkata Adz-Dzahabî Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih:
وبلغنا أن حمادًا ابن أبي سليمان كان ذا دنيا متسعة، وأنه كان يفطّر في شهر رمضان خمسمائة إنسان، وأنه كان يعطيهم بعد العيد لكل واحد مائة درهم
“Telah sampai kepada kami suatu khabar bahwa Hammâd bin Abî Sulaimân dahulu adalah orang yang memiliki keluasan dunia, bahwasanya beliau memberi sedekah untuk buka puasa pada bulan Ramadhân kepada 500 orang dan beliau memberi mereka tunjangan setelah ‘Idul Fithri pada setiap orang 100 dirham.”
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Jum’at 14 Ramadhân 1443 / 15 April 2022 di Binagriya Pekalongan.