BERAMAL SHÂLIH SUPAYA MEMPEROLEH KEBAIKAN DUNIA AKHIRAT
Pertanyaan:
Ustâdz, saya mau nanya:
Apakah boleh seseorang beramal agar dibalas di dunia, selain mencari tambahan pahala juga. Misal shalat dhuhâ atau tahajjud agar dilancarkan rizkinya. Jazâkallah khairan.
Jawaban:
Boleh bagi seseorang beramal supaya mendapatkan balasan di dunia dan di akhirat, karena Allâh Ta’âlâ berkata:
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
“Di antara mereka ada yang berdoa: “Wahai Rabb kami, berilah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka”. (Al-Baqarah: 201).
Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺪَّﺧِﺮُ ﻟَﻪُ ﺣَﺴَﻨَﺎﺗِﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻭَﻳُﻌْﻘِﺒُﻪُ ﺭِﺯْﻗًﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻃَﺎﻋَﺘِﻪِ
“Adapun orang yang beriman maka sesungguhnya Allâh akan menjadikan kebaikannya sebagai simpanan baginya di akhirat dan membalasnya dengan rizki yang diterimanya di dunia atas ketaatannya”.
Orang yang shalat dhuhâ dan shalat tahajjud dengan ikhlas karena Allâh Ta’âlâ lalu dia berdoa kepada Allâh supaya memberinya kebaikan di dunia maka ini termasuk dari melakukan sebab yang sesuai dengan apa yang telah Allâh Ta’âlâ perintahkan:
وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ
“Mintalah pertolongan (kepada Allâh) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya shalat itu benar-benar berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu'”. (Al-Baqarah: 45).
Dan Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barangsiapa yang keinginannya untuk dilapangkan baginya pada rizkinya atau dipanjangkan baginya pada umurnya, maka hendaklah dia bersilaturrahim”. Diriwayatkan oleh Al-Bukhârî dan Muslim.
Sabar, puasa, shalat dan silaturrahim serta amalan kebaikan lainnya adalah termasuk dari amalan ketakwaan yang Allâh telah memberikan jaminan kebaikan bagi yang melakukannya:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allâh maka Dia akan menjadikan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya”. (Ath-Thalâq: 2-3).
Dengan demikian boleh bagi seseorang menjadikannya sebagai sebab untuk memperoleh kebaikan di dunia sebagaimana boleh baginya untuk bertawassul dengan amalan-amalan tersebut, berkata seseorang dari tiga orang yang terperangkap di dalam gua:
إِنَّهُ لاَ يُنجِيكُم مِن هَذِهِ الصَّخرَةِ إِلاَّ أَن تَدعُوا اللّهَ بِصَالِحِ أَعمَالِكُم
“Sungguh tidak akan diselamatkan kalian dari gua ini kecuali kalian berdoa kepada Allâh dengan menyebut amalan shâlih kalian”.
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada 11 Dzulhijjah 1438 di Pekalongan.