CUKUP SUDAH MENCERITAKAN KESUSAHAN DI MEDSOS

Pertanyaan:
Mohon maaf mengganggu Antum, ana ada pertanyaan dan tolong sampaikan ke Ustâdz. Apakah hukumnya seseorang yang sering menceritakan kesusahan di medsos atau pada status WA dengan semacam membuat orang yang membacanya iba, misal: Lebaran tahun ini sedih, anak-anak tidak punya baju baru. Dan sebaliknya pula orang ini menceritakan kesenangan dengan memuji-muji orang yang memberinya di medsos juga status WA. Demikian, Jazâkallâhu khairan.

Jawaban:
Hendaklah bagi seseorang membiasakan dirinya untuk tidak menceritakan kesusahannya di medsos, apalagi hanya sekedar kesedihan atau ketidakadanya baju baru. Kesedihan atau kurangnya kebutuhan itu adalah ujian, barangsiapa bersabar atas ujian maka sungguh Allâh akan mengampuni dosa-dosanya, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang muslim dari kesusahan, rasa sakit, rasa gelisah, rasa sedih, rasa menyakitkan, dan rasa gundah, hingga duri yang menusuknya melainkan Allâh menjadikannya sebagai penghapus terhadap dosa-dosanya.” Riwayat Al-Bukhârî.

Manusia berbeda-beda dan berubah-berubah pendirian mereka, hari ini mungkin akan merasa iba dan kasihan dengan orang yang menceritakan kesusahan dan kekurangannya namun jika sudah sering menceritakan maka tentu mereka tidak akan suka, bahkan itu akan menjadi buah bibir di antara mereka. Oleh karena itu menghindarlah dari menceritakan kesusahan dan kekurangan, perbanyaklah bersyukur. Karena bisa jadi, adanya kesedihan dan kekurangan pada seseorang itu karena kurangnya dalam bersyukur kepada Allâh, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:

لَىِٕن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِیدَنَّكُمۡ

“Jika kalian bersyukur maka sungguh Aku benar-benar akan memberi tambahan kepada kalian.” [Surat Ibrâhîm: 7]

Demikian pula kita nasehatkan kepada orang memperoleh banyak kenikmatan dan mendapatkan banyak pemberian untuk selalu bersyukur dan tidak perlu menceritakannya di medsos, orang kalau benar-benar ikhlas dalam pemberiannya maka dia tidak mengharapkan pujian dan sanjungan orang lain, karena prinsipnya seperti yang Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ sebutkan di dalam Al-Qur’ãn:

إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِیدُ مِنكُمۡ جَزَاۤءࣰ وَلَا شُكُورًا

“Sesungguhnya kami memberi sedekah kepada kalian karena wajah Allâh, tidaklah kami menginginkan dari kalian balasan dan tidak pula ucapan terima kasih.” [Surat Al-Insân: 8-9].

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Ahad 7 Syawwâl 1443 / 8 Mei 2022 di Binagriya Pekalongan.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6432