MENIKAH DAN MENUNTUT ILMU ITU INDAH

Pertanyaan:
Ustâdz, ‘afwân izin bertanya, ana saat ini sedang mondok, baru beberapa bulan tapi ana berkeinginan untuk nikah. Di pondok agak sulit masuk menghafal. Mohon solusinya.

Jawaban:
Apabila Anda mencoba menahan keinginan Anda untuk menikah karena mementingkan ilmu, bisa saja Anda akan dapatkan ilmu namun Anda akan berhadapan dengan berbagai fitnah syahawât. Oleh karena itu, menikahlah. Semoga dengan menikah, Anda dijaga dari fitnah syahawât, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ

“Barangsiapa yang telah mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah, karena sungguh menikah itu lebih menundukkan pada pandangan dan lebih menjaga terhadap kemaluan.”

Supaya Anda senantiasa bersama ilmu, maka menikahlah dengan penuntut ilmu, semoga Anda dapat bersama-sama dengannya dalam menuntut ilmu. Jika Anda tidak dapatkan maka menikahlah dengan orang yang mencintai ilmu, semoga dengan kecintaan itu, Anda dapat diikutkan ke dalam kebersamaan dengan orang-orang berilmu. Jika Anda tidak mendapatkan maka menikahlah dengan pembela dan pendukung ilmu, semoga dengan itu, Anda akan selalu dibela dan didukung dalam menuntut, mengamalkan dan mendakwahkannya.

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada malam Senin, 8 Syawwâl 1443 / 9 Mei 2022 di Pekalongan.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6434