PENGARUH DOSA TERHADAP UKHUWWAH
Pertanyaan:
‘Afwân Ustâdz, belakangan
ini banyak perselisihan di antara dâ’î salafî, bagaimana sikap kita?.
Jawaban:
Sikap yang hendak kita lakukan adalah senantiasa bertaubat dan memperbanyak beristighfâr, karena adanya perpecahan dan bertambahnya perselisihan itu disebabkan oleh dosa yang diperbuat di antara dua pihak yang berselisih, berkata Nabî ‘Alihish Shalâtu was Salâm:
ما توادَّ اثنانِ في اللهِ فيُفَرَّقُ بينهما إلَّا بذنْبٍ يُحْدِثُهُ أحدُهما
“Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allâh kemudian berpecah belah di antara keduanya melainkan karena dosa yang diadakan oleh salah satu dari keduanya.” Riwayat Al-Bukhârî di dalam “Al-Adabul Mufrad”.
Tatkala kita menyibukkan diri dengan memperbanyak istighfâr, senantiasa bertaubat dan bersungguh-sungguh dalam memohon rahmat Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ maka kita akan dapatkan ketenangan dan kita akan merasakan kenikmatan ukhuwwah Islâmiyyah îmâniyyah meskipun kita berjauhan dan berbeda tempat tinggal, berkata Qatâdah Rahmatullâh ‘Alainâ wa ‘Alaih:
أهلُ رحمة الله أهل جماعة وإن تفرقت دُورُهم وأبدانهم، وأهل معصِيِتِهِ أهل فرقة وإن اجتمعت دورهم وأبدانهم
“Orang-orang yang pantas bagi mereka rahmat Allâh adalah Ahlu Jamâ’ah meskipun terpisah negeri-negeri dan jiwa-jiwa mereka dan orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya adalah Ahlul Furqah meskipun menyatu rumah-rumah dan badan-badan mereka.”
Hanyalah orang yang memperoleh rahmat Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ yang akan terjaga dari fitnah dan akibat perpecahan dan perselisihan, berkata Allâh ‘Azza wa Jalla:
وَلَا یَزَالُونَ مُخۡتَلِفِینَ * إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ
“Mereka senantiasa berselisih, kecuali orang yang dirahmati oleh Rabbmu.” [Surat Hûd: 118-119].
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Ahsanallâhu ilaih sebelum kajian Shahîh Al-Bukhârî di Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir Cipancur Ligarmukti Klapanunggal Bogor.